Penuhi Target 100 Ribu Wisatawan, Pesta Ya’ahowu Segera Digelar

JAKARTA, KRJOGJA.com – Atraksi Hombo Batu atau lompat batu khas Pulau Nias, Sumatera Utara, hadir di Kantor Kementerian Pariwisata bersamaan dengan peluncuran Pesta Ya'ahowu 2018. Di acara tersebut, seluruh kesenian dan budaya Suku Nias akan ditampilkan.

Termasuk juga kekayaan alam (nature), dan buatan manusia (man made). Keunggulan Nias antara  lain lokasi surfing kelas dunia, panorama bahari yang menawarkan pantai berpasir putih, serta keunikan atraksi budaya lompat batu di Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Nias Selatan.

Pesta Ya'ahowu 2018 sendiri masuk dalam Top 100 Calender of Event Kementerian Pariwisata itu.  Pada 2017, jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Nias sebanyak 40.000 wisatawan. Sedangkan, target kunjungan wisatawan pada tahun 2019 yakni diatas 100.000 orang. 

Jumlah wisatawan terbanyak disumbang oleh kota Gunungsitoli, yang pada 2017 lalu dikunjungi 50.418 wisatawan (426 wisman dan 49.922 wisnus). Sementara itu, berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 2017 RIPPARKOT Gunungsitoli, jumlah wisatawan ke Gunungsitoli pada 2018 diproyeksikan sebanyak 24.807 wisatawan. Terdiri dari 326 wisman dan 24.481 kunjungan wisnus.

"Yang ingin melihat keindahan budaya dan eksotisnya alam Nias, silahkan datang dan eksplorasi Nias di Pesta Ya'ahowu," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya saat melaunching Pesta Ya'ahowu di Balairung Soesilo Sudarman.

Menpar Arief Yahya tidak segan memuji keindahan budaya dan alam di Nias. Menpar bahkan menilai keindahan budaya dan alam Nias sudah kelas dunia. Maret lalu, Menteri asal Banyuwangi itu menyaksikan Hombo Batu dan Tarian Baluse langsung di Kepulauan yang berada di ujung Sumatera Utara itu.

Menteri Hukum dan Ham (Menkumham), yang juga sebagai tokoh masyarakat Nias, Yasonna H Laoly, mengatakan Nias memiliki potensi wisata yang sangat besar. Mulai dari wisata bahari, peninggalan sejarah, situs-situs budaya dan berbagai sumber daya alam lainya menjadi sumber pendapatan daerah. "Kalau pemerintah daerah komitmen dan menganggarkan. Saya percaya ini dapat memberikan pembanguan Infrastruktur di daerah Nias," ujar Yasonna.

Tidak hanya itu, Yasonna juga meminta seluruh pemerintah Kabupaten/Kota untuk bersatu padu mengembangkan potensi daerah yang ada di Nias. "Saya kira Kepulauan Nias tidak kalah dengan Banyuwangi dan mempunyai potensial yang besar. Oleh sebab itu semua tokoh masyarakat dan Pemerintah Daerah bersatu padu. Niscaya beberapa tahun depan wisatawan mancanegara pasti berbondong-bondong akan datang," kata Yasonna yang datang ke launching menggunakan pakaian adat Nias.

Dikesempatan yang sama, Bupati Nias Selatan Hilarius Duha menyampaikan tujuan penyelenggaraan Festival Ya’ahowu Nias 2018. Antara lain untuk meningkatkan dan menanamkan rasa cinta seluruh elemen masyarakat. Khususnya terhadap adat dan budaya yang dimiliki. Terutama bagi generasi muda. “Penyelenggaraan festival budaya ini juga sebagai upaya untuk mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Nias,” kata Hilarius Duha. (Fon)

BERITA REKOMENDASI