Penurunan Suku Bunga Kerek Investasi

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap kebijakan penurunan tingkat suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) bisa menggenjot aliran investasi yang masuk ke Tanah Air pada semester II 2019. Di saat bersamaan, pemerintah juga memberi sejumlah insentif agar gairah investor kian meningkat.

Bendahara negara menjelaskan penurunan suku bunga acuan tentu akan berdampak pada iklim investasi. Salah satunya, dapat mendorong investasi dari pengusaha lokal. Sebab, penurunan bunga acuan biasanya bisa diikuti dengan penurunan bunga kredit bank sebagai sumber modal bagi dunia usaha. "Suka tidak suka, kami lihat muncul dampaknya pada investasi," ungkapnya.

Perkiraannya, pertumbuhan investasi bisa meningkat hingga 6 persen pada semester II 2019. Proyeksi ini meningkat cukup tinggi dari realisasi semester I 2019 sekitar 5 persen.

Dari sisi eksternal, khususnya investasi pada instrumen surat utang, investor sejatinya akan mendapat imbal hasil (yield) sedikit lebih rendah dari sebelumnya.

Hal ini bisa saja membuat keinginan investor untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) menurun. Apalagi bila yield yang ditawarkan lebih rendah dari negara-negara lain.

Meski demikian, minat pembelian surat utang sebenarnya masih bisa meningkat bila ada dukungan dari beberapa indikator ekonomi lain. Misalnya, nilai tukar rupiah dan laju inflasi stabil. (*)

BERITA REKOMENDASI