Penyelundup Rokok Ilegal Harus Dapatkan Sanksi Berat

Sebelumnya, dalam operasi yang digelar awak Kapal Patroli (KP) Yudistira 8003, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ratusan kardus berisi puluhan ribu batang rokok ilegal dari Batam ke Tembilahan. Diduga, rokok-rokok ilegal tanpa cukai tersebut milik pemain lama.

Pelaku juga diduga telah lama menjalankan bisnis ilegal tersebut. Adapun modus yang dijalankan pelaku ialah berpura-pura mengekspor rokok polos tanpa pita cukai ke negara tetangga. Namun, rokok-rokok tersebut tidak pernah sampai ke negara tujuan, tapi diselundupkan kembali ke Indonesia lewat perairan Kepri.

Yusu Halawa mengungkapkan, salah satu rokok ilegal yang telah berkali-kali terjaring aparat ialah rokok merek Luffman. Rokok merek itu tercatat pernah disita dalam jumlah besar di Jambi, Padang, dan Kepri karena tidak direkati pita cukai.

Namun, meski telah berkali-kali terjaring dalam operasi aparat, rokok ilegal merek Luffman hingga kini masih beredar secara luas di Sumatera.

“Ini sangat aneh. Sudah berkali-kali ditangkap dan disita aparat, tapi rokok ilegal merek Luffman masih membanjiri Sumatera,” cetusnya.

Yusu Halawa melanjutkan, dengan rekam jejak yang telah berkali-kali terjaring dalam operasi aparat, seharusnya Bea dan Cukai Pusat menindak secara tegas pemilik rokok tersebut.

“Tindakan tegas dan sanksi berat harus segera dijatuhkan kepada pemilik rokok ilegal tersebut. Berkali-kali terjaring dalam operasi aparat, tapi aksi mereka malah semakin menjadi-jadi. Karena itu, kami mendesak agar Menteri Keuangan memberikan perhatian terhadap kasus rokok ilegal ini,” pungkasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI