Penyuluh Informasi Publik Jembatani Isu Lintas Kementerian dan Lembaga sampai ke masyarakat

JAKARTA, KRJOGJA.com – Masalah stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak masih banyak ditemukan di wilayah-wilayah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T). Pemerintah berupaya keras untuk menurunkan angka prevalansi stunting. Ada juga sosialisasi Analog Switch Off (ASO) yang kini tengah gencar dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai leading sectornya.

Dua isu besar di atas merupakan beberapa substansi dari isu-isu besar yang menjadi tugas bagi Penyuluh Informasi Publik (PIP). Untuk menjalankan misi penyampaian informasi-informasi tersebut, Kominfo sejak tahun 2017 telah bekerja sama dengan Kementerian Agama dengan memberdayakan Penyuluh Agama menjadi PIP

“Kami sebagai jembatan untuk memfasilitasi Kementerian dan Lembaga lain, untuk menyampaikan isu-isu di masing-masing sektor,” ujar Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Kominfo, Hasyim Gautama, Jumat (25/3).

Hasyim menyampaikan kerja sama antara dua lembaga yang menghadirkan PIP sebagai mitra strategis pemerintah telah memberikan hasil yang luar biasa. PIP menjadi sebuah instrumen strategis bagi Kominfo dalam menyediakan dan memberikan akses informasi ke berbagai lapisan masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di daerah yang belum terjangkau akses internet.

PIP juga bertugas membekali masyarakat dengan literasi digital, karena PIP sebagai referensi bagi masyarakat dalam menerima informasi. Sehingga masyarakat bisa terhindar dari berita bohong dan dapat memiliki klarifikasi atau berita-berita yang menyesatkan.

“Pada wilayah 3T, PIP melakukan tugasnya dengan metode penyuluhan langsung (tatap muka) ke masyarakat. Nah masyarakat yang tidak memiliki akses internet tetap akan mendapatkan informasi yang benar. Kalau bagi masyarakat yang memiliki akses internet, perlu kita berikan bekal literasi digital,” kata Hasyim.

Dalam menjalankan tugas, PIP menyampaikan pesan program pemerintah dengan pendekatan berbeda-beda, melalui kedekatan dengan komunitas masing-masing, dan menggunakan bahasa keagamaan, sehingga informasi yang diberikan oleh PIP dapat lebih diterima di hati masyarakat.(*)

BERITA REKOMENDASI