Perang Dagang, AS dan China Kehilangan Miliaran Dollar

CHICAGO, KRJOGJA.com – Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China telah mengakibatkan kerugian miliaran dolar bagi kedua belah pihak sepanjang tahun 2018. 

Baku balas dengan penerapan tarif impor telah menghantam industri termasuk automotif, teknologi dan yang terutama, pertanian kedua negara.

Kerugian tersebut dinilai mungkin memberi motivasi bagi Presiden AS Donald Trump dan mitranya dari China Xi Jinping untuk menyelesaikan perselisihan perdagangan mereka sebelum batas waktu 2 Maret 2019, meskipun pembicaraan antara negara-negara adidaya ekonomi tersebut masih bisa bergeser.

Ekonomi AS dan China masing-masing kehilangan sekitar USD2,9 miliar per tahun karena tarif Beijing untuk kedelai, jagung, gandum, dan sorgum saja," kata Ekonom Pertanian Universitas Purdue Wally Tyner seperti dikutip dari Reuters, Mingggu (30/12/2018).

Perdagangan pertanian yang terganggu melukai kedua belah pihak terutama karena China adalah importir kedelai terbesar di dunia dan tahun lalu bergantung pada Amerika Serikat untuk biji minyak senilai USD12 miliar.

China sebagian besar telah membeli kedelai dari Brasil sejak memberlakukan tarif 25% pada kedelai AS bulan Juli lalu sebagai balasan atas tarif AS untuk barang-barang impor asal China. Lonjakan permintaan mendorong harga kedelai Brasil menembus rekor atas kedelai berjangka AS di Chicago. Perang dagang tersebut mengurangi penjualan bagi eksportir AS dan menaikkan biaya bagi importir China.

"Itu adalah sesuatu yang menyerukan resolusi," kata Tyner. "Ini skenario kalah- kalah untuk Amerika Serikat dan China." (*)

BERITA REKOMENDASI