Perempuan dan Anak Dominasi WNI Eks ISIS

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Suhardi Alius mengatakan sebagian besar dari 600 orang warga negara Indonesia (WNI) mantan anggota Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) adalah perempuan dan anak-anak.

Suhardi mengatakan informasi itu masih harus diverifikasi. Sebab BNPT mendapat informasi itu dari pihak ketiga, seperti Palang Merah Internasional (International Committee of the Red Cross).

“Sekarang ya di sana juga demikian perempuan dan anak, walaupun yang 600 lebih itu kami dapatkan adalah mayoritas perempuan dan anak-anak. Tapi kan mereka sudah punya pengalaman semacam itu. Nah ini perlu jadi pemikiran kita semua,” kata Suhardi.

Suhardi bilang para perempuan dan anak-anak itu ikut menjadi bagian ISIS karena dibawa kepala keluarga. Saat ini, kata Suhardi, mereka mengalami trauma karena setiap hari dipertontonkan pembunuhan dan kekerasan perang.

Di kesempatan yang sama, Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT Andhika Chrisnayudhanto berkata mengatakan aturan nasional mewajibkan negara menyelamatkan anak-anak yang dilibatkan dalam perang.

“Kalau anak direkrut di daerah konflik, secara hukum internasional disebut sebagai victim atau korban. Sehingga kalau kita lihat sendiri, anak-anak ini ada kewajiban bagi negara-negara secara internasional mereka ini harus memberikan perlindungan,” ucap Andika. (*)

BERITA REKOMENDASI