Pergelaran Busana Gantari, The Final Journey to Java di Prambanan 9 Oktober 2021  

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga S Uno mengatakan pergelaran busana Gantari,  The Final Journey to Java  yang  merupakan bagian dari hari batik nasional. Acara yang akan berlangsung pada tanggal 9 Oktober 2021 dipusatkan ke Candi Prambanan, ini akan mempresentasikan 125 koleksi pakaian siap pakai yang akan dibawakan oleh 100 orang model. Sementara yang terlibat dalam acara pagelaran ini melibatkan sekitar 1000 pelaku ekonomi kreatif dari 17 sub sektor ekonomi kreatif.

“Pergelaran busana Gantari, The Final Journey to Java  yang  merupakan bagian dari hari batik nasional. Acara yang akan berlangsung pada tanggal 9 Oktober 2021 dipusatkan ke Candi Prambanan, ini akan mempresentasikan 125 koleksi pakaian dan  melibatkan sekitar 1000 pelaku ekonomi kreatif dari 17 sub sektor ekonomi kreatif. Ini tentu akan membuka  peluang usaha untuk  UMKM disektor ekonomi kreatif,” kata Menparekraf Sandiaga Uno, pada acara weekly press briefing, di Jakarta, Senin (04/10/2021).

Menurut Sandi, acara ini merupakan kerjasama Badan Otorita Borobudur dan Founder Lakon Indonesia bertujuan untuk mempertahankan tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Diharapkan, acara ini akan menjadi inspirasi bagi pelaku usaha dan bisa memanfaatkan memasarkan lebih banyak produk-produk berbasis batik.

“Mari  kita berpihak kepada produk dalam negeri  kita bisa tingkatkan usaha usaha UMKM di sektor ekonomi kreatif . Kita harap  industri kita makin tumbuh dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian bangsa,” tegasnya.

Sementara itu, Founder Lakon IndonesiaTheresia Mareta mengatakan, pergelaran busana Gantari  The Final Journey to Java merupakan lanjutan pagelaran tahun lalu yang ini sebagai salah satu cara untuk merayakan hari batik nasional Ini bukan kami merayakan hari batik saja, tapi di mana kita mengapresiasi budaya yang kita punya.

“Tahun lalu juga kami berhasil menggerakkan banyak para pelaku industri kreatif. Kali ini kami juga mengajak lebih banyak lagi pelaku industri kreatif di daerah Jawa di tempat dilangsungkannya acara ini tahun lalu kami sudah berhasil menggunakan 20.000 meter kain yang dijadikan batik dan jumputan hasil karya tangan pengrajin tradisional sehingga ini benar-benar bisa para pengrajin dan UMKM kita, tahun ini kami harapkan kana lebih dari jumlah itu lagi,” ujarnya.

Ditambahkan, untuk gantari adalah satu kemasan buat kaum perempuan di dunia ini terutama di Indonesia karena kita menyadari bahwa nilai luhur dan etika dalam peradaban manusia dari dulu hingga sekarang dan sampai pada masa yang akan datang.

“Jadi nanti akan diwarnai dengan karya-karya yang halus sebagai penanda bahwa banyak mahakarya di dunia ini dihasilkan oleh perempuan. Apakah itu di bersumber dari perempuan atau terinspirasi dari perempuan atau dihasilkan oleh perempuan.  Kami pasti memberikan satu ruang untuk seniman tradisional kita karena kita tahu banyak sekali bidang seni yang kita masih miliki saat ini karena adanya mereka  benar-benar mengabdikan hidupnya untuk seni yang mereka cintai,” katanya.

Menurut Theresia, acara ini akan ditonton  250norang secara langsung, selebihnya masyarakat bisa menyaksikan acara melalui youtube. “Seluruh rangkaian acara akan berjalan selama 90 menit akan dilangsungkan secara bisa ditonton  250 orang saja di area yang luas , sementara masyarakat luas bisa menyaksikan kewat youtube,” tegasnya. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI