Peristiwa SDN Gentong Tidak Perlu Terjadi, Jika..

PASURUAN, KRJOGJA.com -Peristiwa ambruknya atap SDN Gentong ,Pasuruan  Seharusnya tidak perlu terjadi kalau proses rehabilitasinya dilakukan dengan baik.

 “Saya sampaikan ikut berbelasungkawa atas kejadian ini. Sangat tragis karena sebetulnya tidak perlu terjadi kalau pembangunan rehabilitasi gedung sekolah ini dilakukan dengan baik,” demikian  Menko PMK, Muhadjir Effendy saat mengunjungi lokasi runtuhnya atap bangunan UPT SDN Gentong, Kota Pasuruan, Jawa Timur.

“Menurut keterangan walikota, sekolah ini menggunakan dana bantuan rehabilitasi sekolah yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang sifatnya swakelola di tahun 2012. Jadi, mestinya bangunan yang sudah direhabilitasi ini masih baik apalagi usianya di bawah 10 tahun,” kata Menko PMK .

Muhadjir Effendy dalam keterangannya mengaku akan menyerahkan kasus ini untuk ditindaklanjuti kepada aparat kepolisian. Sementara Kemenko PMK akan terus berkoordinasi dengan kementerian terkait agar proses rehabilitasi sekolah baik fisik dan nonfisik segera dilakukan. 

“Akan segera dibangun sekolah darurat dan Pak Walikota sudah bersedia menyediakan lahannya. Saya juga sudah menelpon Menteri PUPR untuk membangun sekolah darurat yang kualitasnya sama dengan sekolah darurat bencana yang kualitasnya cukup bagus dan nyaman untuk anak-anak. Semoga tidak lebih dari tiga bukan sekolah darurat ini sudah jadi,” tambahnya.

Keberlanjutan proses belajar mengajar siswa di sekolah. Ke depan dan agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi, Menko PMK meminta pembangunan gedung sekolah dengan sistem swakelola perlu didampingi oleh Tim Pendamping yang dapat berasal dari SMK jurusan konstruksi atau kampus yang memiliki jurusan teknik bangunan yang sudah terakreditasi. “Semuanya harus sesuai standar kelayakan dan adanya pendampingan itu tadi,” papar Menko PMK menutup keterangannya.

Kunjungan Menko PMK ke UPT SDN Gentong ini diiringi dengan kunjungan ke rumah duka dari dua korban wafat peristiwa runtuhnya atap empat gedung kelas ini yaitu siswa kelas 2 bernama Risa Almira dan Guru Tidak Tetap, Sevina Arsy Wijaya.

Kepada keluarga korban, Menko PMK menyerahkan bantuan berupa uang duka. 

Dalam kunjungan ini, Menko PMK didampingi oleh Plt. Walikota Pasuruan, R Teno Prasetyo dan jajaran SKPD terkait; dan Seskemenko PMK, YB Satyasananugraha. Menko PMK juga meninjau ruang kelas sementara untuk para siswa SDN Gentong yang saat ini terpapar di tenda darurat yang berada di lapangan sekolah dan ruang kelas lain yang menumpang di Pondok Pesantren Al-Ghofuriyah yang berlokasi tidak jauh dari UPT SDN Gentong. (Ati)
 

BERITA REKOMENDASI