Perlindungan Pekerja Rentan-Ojek Online Jadi Rujukan

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA, KRJOGJA.com – Terobosan yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan dalam waktu satu tahun terakhir mendapat perhatian dari petinggi dan pemerhati jaminan sosial dunia yang tergabung dalam International Social Security Association (ISSA), Organization of Economic Co-operation and Development (OECD) dan Kementrian Tenaga Kerja Jerman, khususnya dalam perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan pekerja jenis ekonomi baru berbasis teknologi digital seperti Ojek Online.

"Para pekerja rentan ini tidak mampu untuk ikut perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Karena  itu kami mengembangkan sistem crowdfunding untuk donasi  pembayaran  iuran kepesertaan mereka dengan memanfaatkan dana CSR atau sumbangan individu,” kata Agus dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis (15/6/2017). Ia
sebelumnya diundang menjadi salah satu visiting speaker dalam pertemuan OECD dan ISSA, "The Future of Social Protection" di Berlin, (12/6).

Agus diundang dalam acara itu untuk berbagi pengalaman tentang pelaksanaan program perlindungan bagi Pekerja Rentan melalui Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan (GN Lingkaran) dan pekerja Ojek Online. Pada pertemuan yang dihadiri 25 negara ini, BPJS Ketenagakerjaan membuka mata dunia internasional bahwa masih terdapat sektor pekerja yang perlu mendapatkan perhatian serius dalam perlindungan jaminan sosial. 

Dalam kesemoatan ini, Agus  mengangkat situasi terkini pada pekerja kategori pekerja rentan, yang jumlahnya cukup tinggi di Indonesia. GN Lingkaran yang digagas BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu terobosan pemberian perlindungan bagi pekerja yang masuk dalam kategori tersebut, dimana jumlahnya cukup besar, terutama di daerah perkotaan. Jumlah pekerja rentan yang telah dilindungi oleh GN Lingkaran saat ini telah mencapai 300.000 orang di seluruh Indonesia.

Selain GN Lingkaran, Agus juga menekankan urgensi perlindungan jaminan sosial bagi Ojek Online di hadapan forum ISSA dan menyebut bahwa jenis ekonomi baru yang satu ini memiliki risiko pekerjaan yang tinggi. Maka dari itu, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), sangat penting untuk menghindari risiko-risiko pekerjaan yang rawan terjadi saat bekerja,

“Ojek Online sangat rawan terkena dampak sosial ekonomi apabila mengalami risiko kerja. Kami berusaha terus menjadikan mereka peserta melalui pendekatan komunitas. Saat ini sudah lebih dari 20.000 pekerja ojek online terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan,di seluruh Indonesia," tandas Agus. (Ful)

BERITA REKOMENDASI