Perlu Adanya Standarisasi Distribusi Logistik Domestik

JAKARTA.KRJOGJA.com – Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Standardisasi Distribusi Logistik Domestik”. 

Kegiatan ini digelar guna menyelesaikan permasalahan dalam distribusi barang yang dinilai masih cukup tinggi yakni 24% dan belum adanya regulasi yang berfokus untuk mengatur standar logistik nasional.

“Permasalahan logistik di Indonesia sangat kompleks ditinjau dari beberapa faktor seperti keragaman komoditas, luas wilayah, kondisi geografis, kondisi infrastruktur, serta banyaknya pihak yang terkait dalam sistem logistik,” Kepala Balitbanghub Sugihardjo, saat membuka FGD Standardisasi Distribusi Logistik Domestik, di Jakarta, Selasa (30/10/2018).

Sugihardjo berharap, ke depannya tidak lagi banyak perizinan namun satu saja untuk efisiensi dan efektivitas yang akan berdampak pada penurunan biaya logistik. “Saat ini masih ada beberapa masalah dalam distribusi barang diantaranya pola distribusi, sarana prasarana, dan dokumen,” ujarnya.

Masalah tersebut, menurut Sugihardjo, antara lain pada pola distribusi, kenyataan yang terjadi adalah rantai pasok menggunakan beberapa pola saluran distribusi yang berbeda-beda antarwilayah di Indonesia. Dengan begitu mengakibatkan sulitnya dilakukan pengontrolan terhadap aspek produksi dan distribusi.

Kemudian, sarana dan prasarana distribusi masih jauh dari harapan. Selain pengadaan infrastruktur yang masih kurang, belum terdapat standar yang mengatur jenis moda serta klasifikasinya sebagai sarana dan standar terkait dwelling time maupun SOP (Standar Operasional Prosedur) pada fasilitas transit pada simpul-simpul transportasi seperti pada terminal, dan stasiun.

Terakhir adalah dokumen sebagai pendukung jalannya proses distribusi logistik. penting dilakukan manajemen dokumen khususnya di era digital saat ini. "Dalam perjalanannya sebagian besar perusahaan maupun konsumen masih terbiasanya menggunakan sistem manual (paper based system) dalam transaksi logistik,” ungkap Sugihardjo.

Sugihardjo menambahkan, sudah saatnya penggunaan teknologi informasi pada sistem distribusi logistik Indonesia, mengingat saat ini kita sudah dihadapkan revolusi industri 4.0. "Tuntutan saat ini adalah penggunaan IT yang memudahkan dalam manajemen distribusi logistik, yang dapat meningkatkan efisiensi mulai dari pengiriman dari titik awal sampai pada tujuan akhir,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Jojo itu mengungkapkan, saat ini semua alur dan dokumentasi distribusi logistik masih konvensional. Padahal dengan IT dapat lebih memudahkan dan dapat mengetahui kemungkinan tantangan di perjalanan karena adanya IT yang diterapkan.

Managing Director TELKOMMetra Logistics Natal Iman Ginting sebagai salah satu pembicara menegaskan, untuk mempercepat terbentuknya Standardisasi Distribusi Logistik, maka perlu dilakukan terobosan. "Jangan ada transaksi yang engga ada IT, maka akan terjadi hal-hal yang diimpikan, intelegensi, posisi dan kapasitas,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Asosiasi Logistik Indonesia Zaldy Ilham Masita. Dia menyampaikan bahwa sudah 20 tahun lebih standardisasi diharapkan terwujud. "Standadisasi sangat urgent karena kapasitas logistik meski enggak besar namun juga enggaknkecil. Digitalisasi sudah harus segera direalisasikan,” tuturnya. (Imd)

BERITA REKOMENDASI