Perpusnas Serahkan ‘Pocadi’ untuk Masyarakat Tana Toraja

Untuk merubahnya, tidak ada jalan lain  kecuali dengan membaca. Membaca tidak sekedar membuka cakrawala berpikir namun merangsang keingintahuan sehingga muncul keinginan untuk melakukan. Proses kreativitas berjalan. Jika ini terus dilatih maka inovasi menjadi garansi.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando mengatakan, kelemahan bangsa kita selama ini adalah kekurangmampuan memanfaatkan sumber daya alam dengan baik sehingga aspek literasi ke-empat, yakni kemampuan menciptakan produk barang/jasa belum optimal dilakukan.

Lebih jauh Kepala Perpusnas mengingatkan generasi muda adalah penentu kesuksesan pembangunan di masa depan. Mereka yang diharapkan mampu memanfaatkan potensi dari kekayaan sumber daya alam lewat proses kreativitas dan inovasi tanpa henti.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perpusnas menyerahkan bantuan berupa Pojok Baca Digital (Pocadi) kepada pemerintah Kab. Tana Toraja yang dilanjutkan penyerahan hibah replikasi mandiri transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial untuk kesejahteraan dari Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan kepada lima desa di Kab. Tana Toraja penerima bantuan tersebut.

Sementara itu, anggota Komisi X DPR RI Eva Stevani Rataba mengakui bahwa permasalahan yang dialami Tana Toraja adalah kurang bahan bacaaan yang bisa dinikmati. Imbasnya, proses kreativitas yang menjadi bagian dari perkembangan literasi ikut terhambat. Oleh karena itu, ia menyambut baik dengan niatan Perpustakaan Nasional menggalakkan pemahaman literasi di Tana Toraja.

“Literasi memang bukan sekedar bisa baca-tulis, melainkan ada proses kesinambungan berpikir untuk menghasilkan ide-ide maupun inovasi yang bermanfaat bagi khalayak,” ujar Eva.  ( Lmg)

 

 

BERITA REKOMENDASI