Persiapkan Pertemuan Tatap Muka, KPAI Beri Apresiasi Daerah Ini

Kabupaten Majalengka, Jawa Barat mulai buka sekolah tatap muka secara terbatas pada 22 Maret 2021 setelah 6000 guru divaksin. Lamanya tatap muka dalam satu hari hanya sekitar 2 jam dengan sistem shift. Sebelum PTM, warga sekolah di test covid-19 terlebih dahulu dengan menggunakan Genose.

Kabupaten Ponorogo, juga menggelar sekolah tatap muka, diantaranya SMK PGRI 2 Ponorogo, dimana tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan menjalani tes Genose sebelum memasuki lingkungan sekolah, sedangkan siswa secara acak sekitar 20 persen sampel diwajibkan tes Gnose di sekolah setiap harinya. Jika hasilnya negative, maka siswa diijinkan masuk sekolah tatap muka. Sekolah tidak memungut biaya pengetesan Genose tersebut. Meski pun para guru SMK PGRI 2 Ponorogo belum mendapatkan jatah vaksin, namun sekolah tatap muka telah di gelar.

Sejumlah Daerah Gelar Ujian Luring, dan Temuan Kluster Sekolah Berasrama Di Sumatera Barat

Hasil pemantauan KPAI menunjukkan bahwa ada sejumlah daerah yang sudah menggelar PTM seperti di kabupaten Bogor yang mencapai 70% sekolah di wilayah itu. “Jika ujicoba terbatas sebaiknya jangan langsung 70%, bisa dimulai dengan 20-30% sekolah dahulu agar bisa dipantau kesiapannya secara detail di setiap sekolah oleh tim gugus tugas covid-19 Dinas Pendidikan setempat, tidak hanya pemeriksaan melalui aplikasi,” urai Retno.

Retno menambahkan bahwa sejumlah daerah juga menggelar ujian sekolah secara tatap muka (luring), diantaranya adalah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten dan Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. “Jadi ujian luring atau tatap muka diikuti oleh peserta didik kelas akhir yang akan lulus tahun ini. Semua proses mengikuti protocol kesehatan, dimana jumlah siswa setiap kelas hanya berkisar 12-16 siswa saja”, ujarnya.

Kluster sekolah kembali terjadi, kali ini terjadi di sekolah berasrama milik Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, yaitu sebanyak 43 siswa SMA 1 Sumatera Barat yang berlokasi di Kota Padang Panjang positif Covid-19. Awalnya ada satu siswa di asrama SMA 1 Sumatera Barat yang kehilangan indra penciuman. Kemudian dilakukan tes swab ke puskesmas terdekat. Hasil tes swabnya positif Covid-19, kemudian dilakukan pelacakan dengan siapa siswa tersebut kontak erat. Dari hasil pelacakan, ditemukan enam orang, dan kemudian kami lakukan tes swab dan hasilnya keenam siswa itu positif Covid-19. Tes swab dilakukan terhadap 125 orang di sekolah SMA 1 Sumatera Barat dengan hasil 36 orang positif Covid-19, sehingga total yang positif menjadi 43 siswa.

“Sekolah berasrama sangat membutuhkan disiplin pelaksanaan protocol kesehatan covid-19 secara ketat, mengingat banyak aktivitas bersama-sama yang dilakukan selama 24 jam dalam sehari, mulai dari belajar, ibadah, makan sampai tidur. KPAI berharap, kasus ini menjadi pembelajaran dan perbaikan kedepannya untuk melindungi anak-anak tertular covid-19,” ungkap Retno. (Ati)

BERITA REKOMENDASI