Pertahankan Tradisi Emas Olimpiade, DPR Sampaikan Apresiasi

JAKARTA (KRjogja.com) –  Sebagian besar pimpinan dan anggota Komisi X DPR RI memberikan selamat dan apresiasi terhadap Menpora Imam Nahrawi atas prestasi atlet nasional di ajang Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, penyambutan para atlet Olimpiade dan tunjangan hari kerjanya di sela Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi X DPR RI, Kamis (01/09/2016).

Pembahasan RKA/L 2017, pembahasan usulan program-program yang didanai oleh DAK, usulan Kemenpora relokasi anggaran renovasi Gelora Bung Karno (GBK) Rp 500 miliar, penyerahan rekomendasi panja persiapan Asian Games 2018 dan lain-lain menjadi poin-poin penting pembahasan Raker kali ini.

 "Selamat kepada Pak Menpora atas keberhasilan meraih medali di Olimpiade sekaligus kemenangan dari Tontowi/Liliyana mencerminkan indahnya keberagaman ini adalah kemenangan dalam rangka kita membangun keberagaman di Indonesia," ujar Sofyan Tan dari fraksi PDI Perjuangan sebagaimana keterangan pers resmi Kemenpora.

 
Sesuai Surat Menteri Keuangan No.S-635/MK.02/2016 tanggal 5 Agustus 2016 Kemenpora menyampaikan usulan pagu anggaran sementara RAPBN TA 2017 sebesar Rp 2,750 triliun yang dialokasikan untuk menunjang kinerja di bidang kepemudaan dan keolahragaan serta diklarifikasikan dalam fungsi pelayanan umum, fungsi pendidikan dan fungsi pariwisata.

 "Komisi X DPR RI belum menyetujui program dan anggaran RAPBN TA 2017 karena masih memerlukan pendalaman lebih lanjut utamanya program/kegiatan sesuai amanat UU No.3/2015 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, UU No.40/2009 tentang Kepemudaan, UU No.12/2010 tentang Gerakan Pramuka dan anggaran Asian Games dan Asian Para Games yang lebih lengkap," kata Utut.

 
Pada sesi kesimpulan Komisi X DPR RI dan Menpora sepakat akan mengadakan raker kembali pada 7 atau 8 September 2016 mendatang dengan agenda usulan Kemenpora realokasi anggaran renovasi GBK Rp 500 miliar dan penyerahan rekomendasi panja persiapan Asian Games 2018 Komisi X DPR RI.

Menpora telah menyiapkan penjenjangan pembinaan kompetisi, anggaran dan regulasi yang mengarah ke Olimpiade. "Kami tetap memperhatikan setiap cabang olahraga tetapi ada konsekuensi harga diri bangsa ketika sejajar dengan bangsa lain dan simbolisasinya di olimpiade," kata Menpora. (*)

 

BERITA REKOMENDASI