Pertamina Kejar Kesepakatan dengan Saudi Aramco

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA (KRjogja.com) – PT Pertamina (Persero) akan mengejar kesepakatan proyek revitalisasi Kilang Cilacap di Jawa Tengah sebelum berakhirnya head of agreement (HoA) dengan Saudi Aramco pada 26 November 2016. Setelah tercapainya kesepakatan terhadap poin-poin krusial, Pertamina berharap bisa segera menandatangani joint venture dengan Saudi Aramco.

"Saya dan Pak Dwi (Dwi Soetjipto, Direktur Utama Pertamina) akan melakukan pertemuan dengan top management Saudi Aramco untuk membahas poin-poin krusial," ujar Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Rachmad Hardadi.

Rachmad menegaskan, Saudi Aramco tidak pernah meminta untuk menurunkan porsi (down share) pada proyek revitalisasi Kilang Cilacap. Saudi Aramco tetap berkomitmen memiliki porsi 45% pada perusahaan joint venture yang nanti akan dibentuk kedua perusahaan.

Proyek revitaliasi Kilang Cilacap merupakan salah satu dari empat kilang yang masuk dalam Refinery Development Master Plan (RDMP) yang tengah dijalankan Pertamina. Tiga kilang lainnya adalah Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur, Kilang Dumai di Riau, dan Kilang Balongan di Indramayu, Jawa Barat. Sementara itu, Kilang Plaju Sungai Gerong di Sumatera Selatan akan menjadi proyek selanjutnya.

Selain Kilang Cilacap, Pertamina juga menggandeng Saudi Aramco dalam revitalisasi Kilang Dumai dan Balongan. Sementara untuk Kilang Balikpapan, Pertamina menggarapnya sendiri tanpa bermitra dengan perusahaan lain. (*)

BERITA REKOMENDASI