Pertanian Modern Berkelanjutan ‘Spirit’ Revolusi Industri 4.0.

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pertanian modern berkelanjutan sangat kontekstual di era Revolusi Industri 4.0. Bahkan, perspektif pembangunan modern dan berkelanjutan menjadi spirit dari arah ideal pembangunan pertanian dengan berorientasi pada kesejahteraan petani. 

Marwah utama implementasi pembangunan pertanian ke depan adalah kemampuan dan kekuatan inovasi sehingga produk pertanian memiliki keunggulan efisiensi dan daya saing. Demikian disampaikan Kepala Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Muhammad Syakir dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Balitbangtan, Muhammad Prama Yufdy pada Bedah Buku Menuju Pertanian Modern Berkelanjutan di Jakarta belum lama ini.

"Dalam mendorong dan mempercepat implementasi pembangunan pertanian modern di era industri 4.0, Balitbangtan memposisikan diri sebagai ‘garda terdepan’ untuk menghasilkan beragam inovasi tepat guna dan futuristik guna membangun precision agriculture yang dapat memastikan perlakuan presisi di sepanjang rantai pasok dari hulu hingga hilir secara terintegrasi, untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi dan daya saing," kata Kepala Balitbangtan.

Pada 2017, Balitbangtan menginisiasi kegiatan analisis kebijakan lintas bidang disiplin dengan topik 'Memperkuat Kemampuan Inovasi Pertanian dalam Rangka Mewujudkan Kesejahteraan Petani'. Kegiatan tersebut menghasilkan tiga publikasi buku sintesa kebijakan, salah satunya berjudul “Menuju Pertanian Modern Berkelanjutan”.

Secara keseluruhan, buku tersebut merupakan wujud kristalisasi hasil pemikiran dan pengalaman baik dari para pakar, ilmuwan dan peneliti serta praktisi di sektor pembangunan pertanian. Termasuk knowledge management bagi organisasi untuk terus dinamis dan tumbuh sebagai fast learning organization dalam memberikan karya terbaik dan berkontribusi mendukung pencapaian sasaran-sasaran strategis Kementerian Pertanian (Kementan) yang semakin kompleks, pada era menuju Industri Pertanian 4.0.

"Saya ingatkan bahwa masih diperlukan upaya dan kerja keras serta dukungan berbagai pihak agar pertanian rakyat yang menjadi basis dari sistem pertanian di Indonesia terus berproses, bergerak pada lintasan yang tepat menuju pertanian modern dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) Institut Pertanian Bogor Hermanto Siregar sebagai salah satu pembahas mengatakan topik pertanian modern berkelanjutan sangat kontekstual di era Revolusi Industri 4.0. Pada era ini pertanian harus dimodernisir dengan cara-cara luar biasa agar tidak rusak diterpa gelombang Industri 4.0, dan harus dipastikan keberlanjutannya.

Menurut Hermanto, modernisasi selama ini lebih banyak ditekankan pada upaya peningkatan efisiensi teknis melalui hard innovation, misalnya peningkatan produktivitas. Sementara peningkatan efisiensi alokatif melalui soft innovation seperti terobosan kebijakan dan kelembagaan mendapat bobot perhatian lebih rendah.

"Dengan industri 4.0, sumber kemajuan pertanian semakin beragam. Salah satunya inovasi pembiayaan seperti fintech, sistem logistik yang lebih efisien, multi-supply/value chain, dan lain-lain seiring dengan perkembangan industri 4.0. Semua ini perlu dipertimbangkan untuk penyusunan agenda riset Balitbangtan ke depan,” lanjutnya. (Ati)

BERITA REKOMENDASI