Pesan Idul Fitri PBNU untuk Umat Muslim

JAKARTA (KRjogja.com) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj mengatakan, menyampaikan lima pesan terkait Idul Fitri 1437 Hijriah kepada seluruh umat muslim.

"Alhamdulillah kita telah bersama-sama diberi kesempatan untuk masih bisa merayakan hari raya Idul Fitri," ucap Ketua PBNU Said Aqil kepada wartawan, di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat,.

Salah satu pesan yang disampaikan terkait Idul Fitri ialah menjadikan perayaan hari besar tersebut sebagai momen untuk bersilaturahmi. "PBNU menyerukan Kepada seluruh masyarakat termasuk penyelenggara negara untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum silaturahmi nasional dan akhlak bangsa agar pembangunan bangsa selalu diberi keberkahan oleh Allah SWT. Idul Fitri sebagai momentum untuk peneguhan komitmen hikmah pengabdian kepada bangsa dan negara mengatasi kepentingan pribadi dan golongan,” paparnya.

PBNU juga menyerukan kepada segenap umat Islam khususnya warga NU untuk menghidupkan malam Idul Fitri dengan takbir tahmid dan tahlil di seantero Nusantara dengan tetap menjaga ketertiban kehidmatan dan kekhusyukan.

Ketiga, PBNU menginstruksikan kepada segenap umat Islam, khususnya warga NU yang memiliki kelebihan bahan makanan pokok di malam Idul Fitri untuk menunaikan zakat fitrah dan disalurkan secara baik agar saat hari raya Idul Fitri tidak ada satu pun orang yang kelaparan dan meminta-minta untuk sekadar makan. Para amil zakat diminta aktif mendistribusikan zakat fitrah dan proaktif memastikan tidak ada yang kelaparan di hari raya sehingga zakat sudah harus didistribusikan sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri.

Keempat, PBNU menyerukan kepada seluruh umat Islam menunaikan salat Id dengan khusyuk, khidmat, dan semarak. Seluruh pihak diminta berpartisipasi menjamin keamanan, kenyamanan, dan pemastian terselenggaranya ibadah saat Idul Fitri, khususnya di daerah-daerah yang rawan keamanan.

Para khatib hendaknya menyampaikan materi khotbah yang menekankan persatuan umat dan bangsa jauh dari caci maki dan kebencian, serta dorongan untuk kesediaan berbagi serta pentingnya membangun kebersamaan dan solidaritas sosial.

Kelima, PBNU menyerukan seluruh umat Islam yang melakukan mudik untuk silaturahmi perlu menjaga ketertiban di jalan raya dan tetap menjaga ibadah memperhatikan konsumsi pangan halal, mewujudkan silaturahmi dan meneguhkan solidaritas sosial, serta saling berbagi tidak pamer kekayaan yang justru menyebabkan kecemburuan sosial. (*)

BERITA REKOMENDASI