Pesantren Sirrul Hikmah Adakan Kegiatan Budaya

TANGERANG, KRJOGJA.com -Keberadaan Pondok Pesantren tidak hanya sebagai sentral pendidikan dan agama. Tapi juga dapat menjadi pusat pengembangan wisata religi dan budaya. 

Inilah yang akan dilakukan Pondok Pesantren Sirrul Hikmah Cisoka, Tangerang. Berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata, Ponpes Sirrul Hikmah akan menghadirkan berbagai kegiatan dalam acara bertajuk "Silaturahmi Akbar Ikhwan-Akhwat Alhikmah".  Mulai dari dzikir akbar, pentas seni santri pesantren, dakwah dan pertunjukan Wayang Sufi, tari sufi, dan serta lawak. 

Kegiatan yang juga digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW serta HUT Kabupaten Tangerang ke-74 ini akan berlangsung seharian penuh. Tepatnya pada 23 Desember 2017 di Lapangan Terbuka Desa Pasanggrahan, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. 

"Acara ini merupakan upaya silaturahmi sekaligus wisata religi bagi masyarakat," ujar sesepuh sekaligus pengasuh Mudirul Ma'had Pondok Pesantren Sirrul Hikmah, KH. Edi Sutisna. 

KH. Edi mengatakan, Pesantren Sirrul Hikmah melalui kegiatan ini berupaya menjadi destinasi wisata pesantren dengan berbasis budaya. Dengan begitu maka Ponpes bisa ikut ambil bagian dalam upaya pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan budaya menjadi atraksi dan daya tarik pariwisata. 

Karena itu, sejumlah suguhan menarik lainya juga bakal dihadirkan. Seperti atraksi Alhikmah, pameran seni juga Kendang Pencak.  Acara ini juga dipastikan bakal menyedot perhatian masyarakat. Baik dari Tangerang maupun luar Tangerang. Karena akan menghadirkan endorser yang hebat seperti penceramah muda Dr. Irfan Zidni, S,Ag.M,Si, dan Wayang Sufi dengan lakon 

"Sembilan Cahaya Kawalian" yang dikemas secara profesional khusus untuk atraksi wisata religi. Naskahnya ditulis dan disutradarai langsung oleh Dr. Wawan Gunawan, S,Sn.

Selain Dakwah dan wayang sufi, juga akan dimeriahkan penyayi pop religi Rita Tila yang sangat populer dipara pecinta kawih Sunda serta musik tradisi dan modern. Hadir pula para pelawak seperti Ade Batak dan Jenong Sasagon yang sangat menghibur penonton.

Kh. Edi mengatakan, penguatan pada atraksi-atraksi santri kedepannya bakal menjadi daya tarik kunjungan wisatawan baik nusantara maupun mancanegara.  "Dan jejaring media di dunia maya sebagai langkah prioritas untuk para santri melek teknologi, santri zaman now yang melek digital ini harus menjadi trigger untuk menjadikan pesantren sebagai destinasi yang bisa dikunjungi," papar KH. Edi. 

Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti mengatakan, mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari upaya mempromosikan wisata religi. Yakni melalui sarana ibadah yang dipadukan dengan dakwah dan seni. 

"Untuk memberikan tuntunan dan hiburan bagi masyarakat, sekaligus mempromosikan wisata religi," ujar Esthy didampingi Kabid Promosi Wisata Budaya, Wawan Gunawan. 

Dukungan ini juga sebagai respons terhadap ide kreatif masyarakat, khususnya pondok pesantren, para jamaah, santri dan masyarakat yang peduli pada kegiatan yang menitikberatkan pada pengembangan kegiatan pariwisata. 

Hal senada dikatakan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menurutnya keberadaan pesantren dengan jumlahnya yang besar dapat menjadi pusat pengembangan wisata religi. Hal ini dapat sejalan dengan pengembangan wisata halal. "Sehingga atraksi wisata halal akan semakin banyak dan lebih banyak pilihan bagi wisatawan," ujar Menpar Arief Yahya. 

Potensi ini dikatakanya harus terus dikembangkan. "Keberadaan pesantren yang dapat menjadi pusat pengembangan wisata, bisa menjadikan Indonesia peringkat pertama sebagai destinasi wisata halal di dunia," ujarnya.(Fon)

BERITA REKOMENDASI