Petani Diminta Jual 10% Hasil Panen kepada Bulog

CIREBON, KRJOGJA.com – Petani diminta untuk menyisihkan sebagian dari hasil panen saat panen raya untuk kemudian dijual kepada Perum Bulog. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga saat panen raya.

Sekretaris Direktorat Jendera (Sesditjen) Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Maman Suherman mengimbau petani untuk menyisihkan setidaknya 10% hasil panennya untuk diserap Bulog. "Petani harus ikhlas bergotong royong membantu serap gabah Bulog untuk mengisi stok pangan nasional," ungkapnya  di Cirebon, Kamis (8/3/2018).

Kepala Badan Karantina Pertanian, Upaya Khusus Swasembada Padi, Jagung, dan Kedelai Banun Harpini melakukan tanam, panen dan serap gabah di wilayah Jawa Barat, salah satunya di Desa Purbawinangun, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon.

"Target stok pangan nasional hingga Juni 2018 adalah 2,2 juta ton. Untuk mencapai target PJ Upaya Khusus Swasembada (UPSUS) Padi Jagung Kedele (Pajale) melakukan roadshow tanam, panen dan serap gabah di wilayah Jawa Barat," kata Banun.

Banun mengingatkan petani Cirebon agar saat memasuki musim panen raya nanti, petani dapat menjual gabahnya kepada Bulog. Sebab, Pemerintah telah menggandeng Bulog dan mitra pembiayaan seperti BRI untuk menyelamatkan petani agar harga gabah tidak anjlok saat musim panen raya nanti.

"Pemerintah telah menyiapkan harga fleksibilitas, Rp 4.440 ditingkat GKP, Rp 5520 ditingkat GKG dan Rp 8.770 harga beras medium," ujarnya. (*)

BERITA REKOMENDASI