PKUB Kemenag Ajak Jurnalis Penyejuk Konflik

Editor: KRjogja/Gus

AMBON (KRjogja.com) – Pusat Kerukunan Umat Beragama  (PKUB) Kementerian Agama mendorong peran jurnalis dalam mempromosikan kerukunan umat beragama mengingat peran yang dimiliki insan pers itu sangat vital dalam mewujudkan keharmonisan dalam kehidupan beragama di tengah masyarakat.

 

"Itulah tujuan workshop kerukunan umat beragama untuk meningkatkan peran jurnalis dalam menyampaikan berita sesuai etika jurnalisme yang menyangkut kerukunan juga  memperkuat peran jurnalistik dalam upaya bela negara," kata Ketua Penyelenggara Workshop Kerukunan Umat Beragama Tingkat Nasional Mudhofir di Ambon, Sabtu (13/8/2016).

Ia menjelaskan, konflik umat beragama telah menunjukkan tatanan sosial di sejumlah wilayah Indonesia porak-poranda. Karena itu sudah seharusnya saat ini agar berpikir seratus kali bagi siapa saja yang ingin merusak kerukunan. Begitu pula bagi jurnalis, dalam menyampaikan informasi kepada publik yang menyangkut SARA harus hati hati dan bijak.

Selain itu, Dhofir yang juga Kabid Harmonisasi Umat Beragama Kemenag ini menuturkan, jurnalis harus bisa menempatkan diri sebagai pendamai. "Oleh karena itu, pusat kerukunan umat beragama (PKUB) Kemenag berkepentingan untuk mengajak jurnalis bisa menjadi penyejuk dalam konflik yang bernuansa SARA melalui workshop peningkatan peran jurnalis dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama ini," tuturnya.

Kerugian yang ditimbulkan konflik bernuansa SARA, menurut Dhofir,  harus menjadi pertimbangan yang matang bagi setiap jurnalua. Apalagi dalam kode etik jurnalistik dan UU Pers juga sudah tertulis cukup jelas. Namun, ia menyayangkan rambu-rambu ini sering ditabrak untuk memperkeruh situasi. "Untuk itu pola pikir seperti ini harus dihindarkan," tandasnya. (Ful)

 

BERITA REKOMENDASI