PLN Luncurkan 1.000 Renewable Energy for Papua

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA, KRJOGJA.com – Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua PLN, Ahmad Rofik mengatakan, Perusahaan Listrik Negara (PLN), Jumat (18/10/2019) meluncurkan  program 1.000 Renewable Energy for Papua, yang digelar, di Jakarta. Penggunaan energi batu terbarukan ini karena mempertimbangkan luas wilayah dan kondisi geogtafis Papua.

"Program 1.000 Renewable Energy for Papua ini merupakan inisiatif strategis PLN  untuk mencapai target rasio elektrifikasi 100 persen pada tahun 2020," kata Rofik di Jakarta, Sabtu (19/10/2019).

Ia menyebutkan, PLN menggelar survei Ekspedisi Papua Terang di bulan Agustus-September 2018 yang melibatkan 165 mahasiswa pecinta alam dari 5 kampus perguruan tinggi negeri (Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Cendrawasih).

"Ekspedisi ini melibatkan juga LAPAN dan TNI AD. Tujuannya untuk mendapatkan data bagi keperluan penyusunan rencana paling efektif, melistriki ratusan desa di Provinsi Papua dan Papua Barat,” ujar Rofik. Dengan berbekal data dari Ekspedisi Papua Terang, PLN pun memancangkan rencana pelistrikan untuk  1.123 desa, yang jumlahnya meningkat jauh dari rencana semula melistriki 415 desa.

“Program lanjutan dari Ekspedisi Papua Terang inilah yang bertajuk Program 1000 Renewable Energy for Papua, Mewujudkan Papua Terang 2020,” ungkap Rofik. Ia menambahkan dengan tantangan geografis, kerapatan hunian yang sangat rendah, dan infrastuktur yang terbatas, Program 1000 Renewable Energy for Papua dipandang sebagai solusi paling efektif untuk percepatan elektrifikasi di Papua dan Papua Barat melalui implementasi model Wireless Electricity.

Optimalisasi energi lokal berbasis energi baru terbarukan (EBT), ujar Rofik,  juga diharapkan akan memperbaiki kinerja Bauran Energi sekaligus menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik. Dari hasil kajian dan survei PLN, ada empat alternatif pembangkit listrik EBT yang ditawarkan dalam Program 1.000 Renewable Energy for Papua.

Mengenai empat alternatif itu adalah Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro, Tabung Listrik (Talis), Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm), serta PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya). "Untuk Pikohidro, lebih cocok apabila diaplikasikan pada daerah yang memiliki perbedaan ketinggian," tegas Ahmad Rofik. (Ful)

 

 

PLN

BERITA REKOMENDASI