Polemik TWK Pegawai KPK Jadi Perbincangan Internasional

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – South China Morning Post, misalnya, membahas keanehan pertanyaan-pertanyaantes wawasan kebangsaan (TWK) pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). TWK yang dianggap bermasalah dan tak relevan dengan tugas pemberantasan korupsi.

Dalam artikelnya berjudul “All Chinese are the same’: Indonesia’s ‘nationalism’ test for graft-busters sparks outrage”, South China Morning Post, menyoroti pertanyaan berbunyi “Apakah semua orang China sama saja? (ya/tidak).”

Beberapa pertanyaan TWK yang menjadi sorotan adalah soal apakah mau menerima donor darah dari agama lain atau tidak; Apakah bersedia mengucapkan hari raya ke umat agama lain atau tidak; hingga persoalan pilih Pancasila atau Al-Quran.

Dalam laporannya itu, SCMP juga menyoroti kejanggalan bahwa puluhan staf KPK, termasuk penyelidik senior badan anti-rasuah itu, harus diberhentikan hanya karena tak lulus TWK.

Portal berita Malaysia, The Star, juga turut mewartakan hal serupa dalam artikelnya berjudul Anull KPK Decision, Jokowi Urged. Dalam pemberitaan itu, The Star menyoroti desakan terhadap Presiden Joko Widodo untuk membatalkan keputusan KPK.

Koran dan portal berita asal Singapura, The Straits Times, pun melaporkan pemberitaan serupa melalui artikelnya berjudul Indonesia’s Top Graft Buster Cecries Overhaul of Anti-corruption Body KPK as ‘Purge’. The Straits Times menyoroti dugaan bahwa polemik ini merupakan salah satu cara untuk melumpuhkan KPK. (*)

KPK

BERITA REKOMENDASI