Polri Antisipasi Teroris Beraksi di Demo 212

JAKARTA (KRjogja.com) – Kadiv Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar menyebutkan bahwa pihaknya terus mengawasi demonstran bela Islam jilid III pada Jumat 2 Desember 2016. Pasalnya ditakuti ada jaringan kelompok teroris yang sengaja memanfaatkan momen tersebut.

"Sejauh ini penyelidikan terhadap kelompok-kelompok jaringan teror itu berjalan," ucapnya di Polda Metro Jaya, Senin, 28 November malam.

Boy menjelaskan bahwa pengamanan untuk mengantisipasi adanya teroris atau anggota ISIS, karena pada demo tersebut berbeda dengan pengamanan demonstran biasa. Oleh karena itu, pihaknya telah membentuk tim khusus.

"Ya, memang pola penanganannya berbeda dengan pengamanan unjuk rasa atau pengamanan hari Jumat nanti. Jadi ada tim khusus tetapi secara realitas yang jelas terjadi proses pemanfaatan pendomplengan isu unjuk rasa yang dilaksanakan 4 November itu ada kegiatan-kegiatan unsur jaringan teror," paparnya.

Menurutnya, dugaan tersebut berkaca dari demo Bela Islam jilid II pada 4 November silam. Boy mengaku bahwa pihaknya telah menenumkan jaringan radikal yang sengaja memanfaatkan aksi tersebut.

"Mereka sudah berkumpul di daerah Menteng di sebuah tempat ibadah. Mereka sudah bergerak menuju arah Penjaringan. Mereka sudah mengamati tempat di DPR RI pada waktu itu dan tujuan mereka melakukan upaya perebutan senjata," kata Boy.

Namun, kata Boy, hal tersebut tidak sempat terjadi. Oleh karena itu, pihaknya akan meningkatkan pengawasan guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Selain itu, ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan demo secara tertib. "Jadi ini tidak berhasil dilaksanakan kita bersyukur, dan emang petugas kita andalkan senjata api saat bertugas itu. Biar lah ada tim khusus yang lakukan antisipasi itu. Apabila nanti ada hasil-hasil yang jelas konkrit akan kita sampaikan kembali. Kita apa adanya kalo ada, kalo tidak akan disampaikan," tutupnya. (*)

 

BERITA REKOMENDASI