PON Bukan Ajang Gengsi Daerah

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA (KRjogja.com) – Menteri Pemuda dan Olahraga menegaskan Pekan Olahraga Nasional (PON) bukan ajang untuk saling gengsi daerah atau mencari bonus. Dia berencana mengevaluasi PON dan ke depan akan membuat aturan seketat mungkin dalam PON.

"Setelah evaluasi akan kami buat regulasi yang ketat, seketat mungkin agar PON ini tidak menjadi ajang yang semata-mata untuk mencari bonus atau gengsi daerah ataupun ajang reuni saja. Tapi kita ingin pastikan PON itu jadi ajang nasional yang diikuti atlet berusia maksimal 23 tahun," kata Imam di Istana Merdeka, Kamis (22/09/2016).

Imam mengatakan PON menjadi wahana terakhir bagi atlet remaja untuk memastikan dirinya masuk ke jenjang berikutnya yaitu atlet elite. Termasuk pula untuk mewakili Indonesia di multi event maupun single event.

Imam juga mengatakan keributan di PON tidak boleh terulang lagi. Dia juga sudah memberi peringatan kepada Komite Olahraha Nasional Indonesia (KONI) pusat dan Panitia Besar PON sebagai perpanjangan tangan kemenpora untuk betul-betul melihat akar persoalannya. Imam tidak mau masalah di PON sampai menciderai semangat PON yang ingin menjunjung tinggi sportivitas dan permainan yang jujur (fairplay). (*)

BERITA REKOMENDASI