Pose Satu Jari Bos IMF Bukan Kampanye Jokowi

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menilai pose jari telunjuk yang ditunjukkan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim dan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde saat upacara penutupan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia, bukan kampanye terselubung. Hasto menegaskan tak ada unsur politis atau upaya kampanye di balik pose itu.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan turut mendampingi kedua tokoh tersebut saat berpose dengan mengacungkan telunjuk. Ia menyatakan upaya kampanye hanya bisa dilakukan oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin dengan menjabarkan visi dan misi ketimbang hanya sekadar berpose. "Enggak, kampanye itu kan dilakukan oleh Tim Kampanye, penyampaian visi misi," kata Hasto.

Dia menilai pose tersebut sebagai apresiasi terhadap Indonesia atas kesuksesan penyelenggaraan acara tersebut. "Itu kan memberikan apresiasi atas penyelenggaraan [pertemuan IMF-World Bank] di Indonesia yang dilakukan oleh Direktur IMF sendiri," kata Hasto.

Hasto menyebut simbolisasi pose jari telunjuk itu sebagai tanda memberikan petunjuk (direction) untuk mengambil suatu keputusan. Ia menyangkal bahwa tindakan yang ditunjukan oleh Lagarde, Jim Yong Kim dan Luhut Binsar sebagai kampanye terselubung. (*)

BERITA REKOMENDASI