Posting Meresahkan, Pilot Garuda Indonesia Dibebastugaskan

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA, KRjogja.com – Seorang pilot maskapai Garuda Indonesia berinisial TS diduga mendukung aksi terorisme melalui unggahan di media sosial Facebook. Manajemen Garuda Indonesia Airlines pun membebastugaskan (grounded) pilot tersebut akibat posting-annya di media sosial.

Vice President Corporate Secretarty Garuda Indonesia, Hengki Heriandono mengatakan, pihaknya juga merencanakan pemanggilan terhadap TS untuk meminta keterangannya soal posting-annya itu.

Toleransi dan Kesetiakawanan Perlu Digalakkan untuk Mencegah Radikalisme Koopssusgab Bukan Pasukan Permanen, Hanya Dibentuk Sesuai Kebutuhan Tugas "Iya betul. Pilot yang bersangkutan hari ini kita investigasi dan juga telah di-grounded per hari ini," kata Hengki kepada Okezone, Senin (21/5/2018).

Untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali, Hengki menyatakan, pihaknya selalu mengingatkan semua jajarannya untuk lebih berhati-hati dan bijaksana dalam bersosial media. Garuda, lanjut Hengki, juga mengimbau seluruh pegawainya untuk tidak mengunggah atau mengomentari hal-hal yang bersifat sensitif, SARA, dan penyebar kebencian dan melakukan aktivitas sosmed sesuai pedoman yang berlaku.

Baca Juga : 

Lagi, Teroris Ditangkap di Surabaya, Melawan Pakai Pisau Lipat
Perangi Terorisme, 2.500 Akun Radikal Diblokir Pemerintah
Daftar Mubalig Kemenag Dianggap Bisa Picu Terorisme

Sebelumnya, maskapai Garuda Indonesia juga menonatifkan atau men-grounded-kan pilotnya berinisial OGT, terkait posting-annya di media sosial terkait teror bom Surabaya.

"Maskapai nasional Garuda Indonesia memastikan oknum pilot yang diduga mengeluarkan postingan terkait pemberitaan tertentu mengenai terorisme telah di-grounded sejak Jumat 18 Mei," jelas Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Hengki Heriandono dalam keterangan resminya, Sabtu (19/5/2018).

Manajemen Garuda Indonesia meminta maaf kepada publik atas ketidaknyamanan dengan posting-an pilot OGT.

"Pada kesempatan ini, Garuda Indonesia juga menyampaikan komitmen dan dukungannya terhadap upaya seluruh pihak dalam upaya pemberantasan terorisme.Tentunya sekiranya ditemukan indikasi karyawan yang terlibat aktivitas tersebut, perusahaan akan memberikan sanksi tegas," tutur Hengki. (*)

BERITA REKOMENDASI