PPDB 2020 tak Sembarangan Pindah Zonasi

JAKARTA, KRJOGJA.com – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2020, tidak bisa sembarang perpindahan jalur zonasi.

Karena pada Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019 yang telah ditetapkan, perpindahan siswa yang memungkinkan siswa masuk sekolah di luar zonasi tempat tinggal mereka selama ini.Demikian Mendikbud Nadiem Makarim di Kantornya Jakarta ,Senin (23/12 2019) petang pada temu media .

Harus ada ijin perpindahan  siswa antar sekolah dalam satu daerah kabupaten/kota, antar kabupaten/kota dalam satu daerah provinsi, atau antar provinsi dilaksanakan atas dasar persetujuan kepala sekolah asal dan kepala sekolah yang dituju.ujarnya.

Dalam hal terdapat perpindahan siswa itu, maka sekolah yang bersangkutan wajib memperbaharui Dapodik.

Perpindahan siswa juga wajib memenuhi ketentuan persyaratan PPDB dan/atau sistem zonasi yang diatur dalam Peraturan Menteri ini.

Untuk Jenjang SD siswa setara SD di negara lain dapat pindah ke SD di Indonesia setelah memenuhi,surat pernyataan dari kepala sekolah asal, surat keterangan dari direktur jenderal yang menangani bidang pendidikan dasar dan menengah,lulus tes kelayakan dan penempatan yang diselenggarakan sekolah yang dituju.

SMK

Siswa setara SMP, SMA, atau SMK di negara lain dapat diterima di SMP, SMA, atau SMK di Indonesia setelah:

menyerahkan fotokopi ijazah atau dokumen lain yang membuktikan bahwa siswa yang bersangkutan telah menyelesaikan pendidikan jenjang sebelumnya
surat pernyataan dari kepala sekolah asal
surat keterangan dari direktur jenderal yang menangani bidang pendidikan dasar dan menengah
lulus tes kelayakan dan penempatan yang diselenggarakan sekolah yang dituju.

Khusus pendidikan informal

1. Jenjang SD

Siswa jalur pendidikan nonformal/informal dapat diterima di SD tidak pada awal kelas 1 setelah lulus tes kelayakan dan penempatan yang diselenggarakan oleh SD yang bersangkutan.

2. Jenjang SMP

Siswa jalur pendidikan nonformal/informal dapat diterima di SMP tidak pada awal kelas 7 setelah memenuhi persyaratan:

memiliki ijazah kesetaraan program Paket A
lulus tes kelayakan dan penempatan yang diselenggarakan oleh SMP yang bersangkutan.

3. Jenjang SMA/SMK

Siswa jalur pendidikan nonformal atau informal dapat diterima di SMA atau SMK tidak pada awal kelas 10 setelah:

memiliki ijazah kesetaraan program Paket B
lulus tes kelayakan dan penempatan yang diselenggarakan oleh SMA atau SMK yang bersangkutan.

4. Jalur pendidikan nonformal/informal

Dalam hal terdapat perpindahan siswa dari jalur pendidikan nonformal/informal ke sekolah, maka sekolah yang bersangkutan wajib memperbaharui Dapodik. (Ati)

BERITA REKOMENDASI