PPP Ingin Percepat Muktamar

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mewacanakan akan mempercepat penyelenggaraan muktamar menyusul terpilihnya Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas. Suharso dan sejumlah menteri dan kepala badan lain dilantik sebagai pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Kabinet Indonesia Maju.

"PPP juga ada keinginan atau kecenderungan dari kalangan internal juga untuk mempercepat Mukatamar. Kalau mengikuti siklus pengurusan lima tahunan, semestinya PPP baru muktamar di April 2021, tapi ada suara-suara dari dalam agar Muktamar dipercepat di 2020," kata Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani.

Muktamar itu dilakukan untuk memilih ketua umum baru PPP. Suharso menjabat pelaksana tugas setelah Ketua Umum PPP Romahurmuziy terjerat kasus tipikor jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama.

"Suharso (masih) berposisi sebagai Plt Ketua Umum PPP, karena memang di AD/ART kami tidak secara tegas disebutkan bahwa kalau Ketua Umum itu duduk di satu jawaban khususnya kabinet terus dia harus mundur atau tidak, nanti tentu kami musyawarahkan," kata Arsul.

Hal yang terdekat, sambung Wakil Ketua MPR itu, DPP PPP akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) untuk mendiskusikan posisi Suharso. "Kami akan melakukan Rakernas dulu secepatnya, mungkin dalam bulan akhir Novermber atau awal Desember untuk menentukan semuanya, termasuk posisi Suharso sebagai Plt Ketua Umum (PPP)," ucapnya. (*)

PPP

BERITA REKOMENDASI