Prajurit TNI dan Polri Jaga Titik Infrastruktur Papua

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan sebanyak 154 aparat gabungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah diterjunkan ke Papua untuk mengamankan proyek infrastruktur yang tingkat keamanannya dianggap rawan. Hal tersebut dilakoni menyusul insiden pembunuhan puluhan pekerja pembangunan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Kabupaten Nduga, Papua akhir pekan lalu.

Moeldoko mengatakan penempatan aparat ini bertujuan demi menjaga keamanan pekerja konstruksi proyek infrastruktur di Papua. Apalagi, pemerintah berkomitmen untuk tetap meneruskan proyek infrastruktur di Papua kendati terdapat insiden tersebut.

"154 aparat TNI dan Polri sudah diterjunkan untuk memulihkan situasi yang terjadi. Kami tidak ingin masyarakat, baik bekerja atau asli, merasa tidak nyaman dan tidak aman. Makanya perlu segera mengembalikan situasi itu," kata Moeldoko.

Moeldoko mengungkapkan keputusan untuk mengamankan pekerja konstruksi di Papua merupakan inisiasi dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada Selasa (04/12/2018) malam. Di dalam laporannya kepada Moeldoko, Tito juga meminta seluruh badan usaha yang mengerjakan proyek infrastruktur di Papua untuk terus berkomunikasi dengan Polri maupun TNI.

Adapun menurut Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), saat ini, proyek jembatan di Papua dikerjakan dua badan usaha yakni PT Istaka Karya (Persero) yang mengerjakan 14 jembatan dan PT Brantas Abipraya yang mengerjakan 21 jembatan. Sebanyak 10 jembatan rencananya akan mulai digarap pada 2019 mendatang. (*)

BERITA REKOMENDASI