Prasetyo Akui Sulit Selesaikan Kasus HAM

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Jaksa Agung Prasetyo berpendapat akan sangat sulit menyelesaikan perkara pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) masa lalu melalui peradilan.

"Harus jujur, siapapun yang memimpin negara ini, siapapun jaksa agung-nya, Komnas HAM-nya, sulit melanjutkan proses hukum ke peradilan," kata Prasetyo.

Pernyataan disampaikan menyikapi pertemuan Presiden Joko Widodo dengan puluhan anggota keluarga korban pelanggaran HAM berat masa lalu di Istana Merdeka. Salah satu tuntutan pihak keluarga yang juga bagian dari kelompok Aksi Kamisan adalah menginstruksikan Prasetyo selaku Jaksa Agung menindaklanjuti penyelidikan Komnas HAM.

Prasetyo mengatakan hal itu sulit dilakukan bukan karena pemerintah tidak serius menangani perkara HAM. Ia mengakui jajarannya kerap mengembalikan hasil penyelidikan Komnas HAM. Minimnya bukti menjadi dasar hal itu dan pengembalian berkas juga sudah dilakukan berulang kali dari sebelum ia menjabat.

Sejumlah perkara disebut sudah pernah bolak-balik dikembalikan hingga 10 kali sejak 2007 sebab setelah diteliti, hasil penyelidikan Komnas HAM hanya berupa asumsi dan opini. Oleh sebab itu, ia membantah mandeknya penyelesaian perkara HAM berat masa lalu karena pemerintah berusaha memberikan impunitas terhadap terduga pelaku yang berada di lingkaran pemerintah. (*)

BERITA REKOMENDASI