Premium Langka di SPBU

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengaku sudah menegur PT Pertamina (Persero) ihwal minimnya ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Menurut dia, Premium adalah BBM penugasan, sehingga distribusi seharusnya lancar, apapun kondisinya.

Mengacu pada pasal 3 Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014, Premium termasuk BBM penugasan yang harus didistribusikan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Apalagi, berdasarkan beleid yang sama, Pertamina diberikan tambahan margin sebesar Rp100 per liter untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali.

Atas dasar hal itu, tidak ada alasan bahwa Premium di beberapa SPBU mulai mengering. "Kami sudah tegur Pertamina, bahwa Pertamina harus tetap menyalurkan Premium. Saya sudah tegur berkali-kali," jelas Jonan.

Hanya saja, ia tak menyebut latar belakang di balik kosongnya BBM jenis Premium di beberapa SPBU. Jika memang Pertamina ingin mengalihkan konsumsi masyarakat dari Premium menjadi bahan bakar dengan kadar oktan yang lebih tinggi, ia tidak setuju jika caranya adalah mengurangi pasokan ke SPBU.

"Kalau misalnya mau menjual Pertalite, mestinya pakai cara lain supaya masyarakat secara sukarela beralih ke Pertalite. Kalau mau lho. Bukan dengan cara mengosongkan pasokan Premium," imbuh dia.

Lebih lanjut, ia juga telah meminta Pertamina untuk mengembalikan pasokan BBM jenis Premium ke SPBU. Apalagi kebutuhan BBM pasti akan melonjak mendekati hari raya Idul Fitri. Bahkan, jika pasokan Premium ke SPBU masih kosong, ia tak segan memberi sanksi kepada Pertamina. Hanya saja, ia tak menyebut jenis sanksinya. (*)

BERITA REKOMENDASI