Presiden Apresiasi Prestasi Pahlawan Olahraga di Paralimpiade 2016

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA (KRjogja.com) – Presiden Joko Widodo mengapresiasi dan memberikan ucapan selamat kepada pahlawan olahraga Indonesia yang sukses meraih medali di Pralimpiade Rio De Janerio Brasil 2016. Hal itu disampaikan Presiden Kamis (22/9) pagi pada saat menerima Menpora Imam Nahrawi bersama rombongan pahlawan olahraga Indonesia Paralimpide Rio De Janerio 2016 di Istana Merdeka-Jakarta.

Pada ajang Paralimpiade Rio ini, Indonesia membawa pulang satu medali perunggu dari cabang olahraga angkat berat kelas 41 kg melalui Ni Nengah Widiasih. Dalam Paralimpiade Rio ini, Indonesia mengirimkan 9 atlet National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, yang secara resmi telah dilepas oleh Menpora Imam Nahrawi pada 2 September 2016 yang lalu.

"Bapak Presiden memberikan apresiasi dan menyampaikan kebahagian yang luar biasa, karena Paralimpian kita bisa mempertahan tradisi medali pada ajang paralimpiade ini, dan beliau juga mengajak mulai dari sekarang mempersiapkan diri dalam menyambut Pralimpiade Tokyo 2020 mendatang, " ujar Menpora.

Lebih lanjut Menpora menyampaikan bahwa Presiden berpesan untuk ke depan diharapkan segala sesuatu dapat direncanakan dengan baik, dipersiapkan mulai sekarang, dalam menghadapi ASEAN Paragames Malaysia 2017, Asian Paragames Indonesia 2018 serta Paralimpiade Tokyo 2020. "Semuanya akan direncanakan lebih baik lagi, sistimnya akan diperbaiki, manajemen pengelolaan, pelatihan serta perekrutan atlet akan diperbaiki, " jelasnya.

Menpora juga menjelaskan bahwa tiket perjalanan, akomodasi, bonus dan jaminan hari tua untuk Paralimpian mendapatkan perlakukan yang sama dengan olimpian pada even olimpiade yang lalu. "Pemerintah mengapresiasi pralimpian sama dengan olimpian, tiketnya pun sama yakni bisnis semua, termasuk bonusnya sama untuk peraih medali medali emas Rp 5 M, medali perak Rp 2 M dan medali perunggu Rp 1 M, artinya Widi (panggilan akrab Ni Nengah Widiasih) mendapat bonus dari pemerintah sebesar Rp 1 M tanpa dipotong pajak dan tunjangan hari tua seumur hidup sebesar Rp 10 juta/bulan, " papar Cak Imam.

"Secara simbolis, tadi malam saya sudah menyerahkan bonus tersebut, dan pemberian bonus secara resminya akan kita lakukan bersama dengan pemberian bonus kepada atlet olimpiade, insya Allah pertengahan bulan Oktober mendatang, " tutup Menpora. (*)

BERITA REKOMENDASI