Presiden Jokowi Tingkatkan Manfaat Perlindungan Pekerja Indonesia

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA, KRJOGJA.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskkan meningkatkan manfaat program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan atau yang kini dikenal dengan BPJAMSOSTEK dalam 
program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) kepada pekerja Indonesia tanpa kenaikan iuran. 

Menaker Ida Fauziyah menyebutkan, peningkatan manfaat itu diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019 tentang perubahan atas PP Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian. "PP itu ditandatanani Presiden Joko Widodo tanggal 2 Desember 2019," katanya dalam acara sosialisasi PP Nomor 82 Tahun 2019 di Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Peningkatan manfaat tersebut diperuntukan sebagai jaring pengaman mencegah risiko sosial ekonomi agar saat terjadi risiko kecelakaan maupun kematian. Program JKK yang diselenggarakan BPJAMSOSTEK meliputi perlindungan dari risiko kecelakaan kerja dimulai dari perjalanan berangkat, pulang dan di tempat bekerja serta pada saat melaksanakan perjalanan dinas.

JKK selama ini hadir dengan manfaat perawatan dan pengobatan tanpa batasan biaya sesuai kebutuhan medis, bantuan biaya transportasi korban kecelakaan kerja, santunan pengganti upah selama tidak bekerja, santunan kematian sebesar 48x upah, santunan cacat total hingga maksimal sebesar 56x upah, bantuan beasiswa, hingga manfaat pendampingan dan pelatihan untuk persiapan kembali bekerja (return to work).

Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Agus Susanto mengatakan, bantuan beasiswa merupakan manfaat program JKK yang mendapatkan kenaikan cukup signifikan dalam PP 82 Tahun 2019. Sebelumnya, bantuan beasiswa diberikan sebesar Rp 12 juta untuk satu orang anak, saat ini menjadi maksimal sebesar Rp 174 juta untuk dua orang anak.

"Sehingga kenaikan manfaat beasiswa BPJAMSOSTEK tersebut mencapai 1.350%," tutur Agus. Dengan demikian, imbuhnya, pendidikan anak lebih terjamin dengan adanya pemberian beasiswa yang diberikan sesuai jenjang pendidikan dengan besaran nominal yang lebih tinggi. "Beasiswa akan diberikan sejak taman kanak-kanak (TK) hingga anak pekerja lulus dari bangku kuliah," tegasnya.

Tingkatan pemberian beasiswa kepada anak pekerja adalah sebagai berikut, pertama, pendidikan TK sampai dengan SD atau sederajat sebesar Rp 1,5 juta per tahun untuk setiap orang, dengan menyelesaikan pendidikan maksimal 8 tahun. Kedua, pendidikan SLTP atau sederajat sebesar Rp 2 juta per orang setiap tahun dengan menyelesaikan pendidikan maksimal 3 tahun. 

Ketiga, kata Agus, pendidikan SLTA atau sederajat sebesar Rp 3 juta per tahun, dengan menyelesaikan pendidikan maksimal 3 tahun. "Sedang yang keempat, pendidikan tinggi maksimal Strata 1 atau pelatihan sebesar Rp 12 juta per tahun dengan menyelesaikan pendidikan maksimal 5 tahun," tandasnya. (Ful)

 

BERITA REKOMENDASI