Presiden Minta Pendidikan Bencana masuk Kurikulum

BANTEN, KRJOGJA.com – Presiden Jokowi minta Mendikbud masukkan pendidikan bencana ke kurikulum.
Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo saat meninjau lokasi terdampak tsunami di Banten, Senin (24/12) .

Tujuan memasukkan pendidikan bencana adalah agar masyarakat mendapatkan pengetahuan sejak dini soal bencana Tsunami yang menerjang Pandeglang, Banten hingga Lampung pada Sabtu (22/12) merupakan bencana ketiga terbesar yang melanda Indonesia di tahun 2018. Hingga Senin (24/12) tercatat ada 281 korban meninggal.

Presiden Joko Widodo memerintahkan Mendikbud Muhadjir Effendy untuk memasukkan pendidikan bencana dalam kurikulum pendidikan. Hal itu dimaksudkan agar masyarakat mendapatkan pengetahuan sejak dini soal bencana.

"Sudah saya perintahkan (memasukkan pendidikan kebencanaan ke kurikulum)," kata Jokowi di Kecamatan Carita.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa dengan penguatan pendidikan karakter (PPK), maka pendidikan tanggap bencana dapat lebih mudah diselipkan.
Sejak dini siswa dapat dididik untuk lebih memahami bencana alam. Konteks dan materi pembelajaran juga dapat disesuaikan dengan potensi bencana di tiap-tiap daerah.

"Sebetulnya dengan PPK kurikulum sekolah menjadi terbuka. Jadi, semua pengalaman belajar yang perlu dibekalkan kepada siswa bisa diberikan sesuai dengan ekosistem atau lingkungan dia belajar," ujar Muhadjir Effendy.

Dia menambahkan guru yang berada di lokasi potensial bencana dapat memodifikasi kurikulum agar dapat membiasakan siswa melakukan mitigasi atau keterampilan hidup dalam kondisi bencana.

Sekolah dapat bekerja sama dengan berbagai lembaga seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau lembaga serupa setempat untuk menyelipkan materi tanggap bencana.

"Itu tidak dalam bentuk pelajaran. Tetapi dalam bentuk keterampilan hidup. Bisa diingatkan dan dicontohkan oleh para pendidik. Jadi, bisa diberikan setiap saat," lanjutnya.(ati)
 

 

BERITA REKOMENDASI