Princess Mabel-Puan Maharani Bahas Pernikahan Dini

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menerima kunjungan Princess Mabel  Of Oranje, Nassau of The Kingdom of The Netherlands di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (07/03/2018). Pertemuan ini membahas tentang pencegahan pernikahan usia dini dan program-program yang telah dijalankan pemerintah Indonesia.

Menko PMK dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia terus berupaya mengurangi pernikahan dini dan menurunkan angka Kematian Ibu dan Anak (KIA). Untuk mengurangi angka pernikahan dini pemerintah memberikan perhatian pada sektor pendidikan karena hal itu dapat berpengaruh besar terhadap pengurangan pernikahan dini.

“Kita memberikan program KIP sebanyak 19,7 juta kepada siswa mulai SD, SMP dan SMA. Selain itu juga ada program keluarga Harapan (PKH) kepada 10 juta keluarga penerima manfaat yang dilaksanakan mulai bulan Januari tahun ini,” papar Menko PMK.

Menko PMK menjelaskan pemerintah juga memberikan perhatian lebih kepada pelayanan kesehatan. Tujuannya agarpara perempuan memahami tentang kesehatan reproduksi dan anak memahami bahwa secara mental dan reproduksi pernikahan dini itu tidak baik.

Menko PMK juga menegaskan bahwa pemerintah terus memberikan sosialisasi dan edukasi melalui kementerian yang ada. Seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan memasukkan kesehatan reproduksi dalam kurikulum, Kementerian Pemuda dan Olahraga yang menekankan pada kegiatan olahraga ataupun kegiatan di luar kelas. Sedangkan Kementerian Agama memberikan edukasi bahwa menikah di usia terlalu muda itu tidak baik.

Terkait dengan pertemuan dengan Princess Mabel kali ini, Menko PMK menyampaikan bahwa Princess Mabel sangat mendukung Indonesia dengan berbagai macam programnya untuk mengurangi pernikahan dini. Princess Mabel berharap di masa kini dan mendatang Indonesia bisa menurunkan angka penikahan dini yang ada.

“Indonesia peringkatnya masih cukup besar. Namun apa yang sudah dilakukan pemerintah Indonesia sangat diapresiasi oleh Princess Mabel. Beliau yang juga merupakan direktur Girls Not Brides mendukung semua program yang ada di Indonesia. Mereka berharap program nasional yang ada dapat terus dilakukan,” ujar Menko PMK.

Permasalahan pernikahan dini, terangnya, menurut Princess Mabel juga menjadi masalah yang dihadapi banyak negara. Namun Princess Mabel mengapresiasi apa yang sudah dilakukan pemerintah Indonesia karena semua program yang ada sudah terintegrasi. Angka pernikahan dini di Indoneisa memang masih relatif tinggi. Salah satu faktor penyebabnya yakni putus sekolah karenanya pemerintah memberikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) agar mereka mendapatkan layanan pendidikan. (Ati)

BERITA REKOMENDASI