Produktivitas Tenaga Kerja Indonesia Harus Terus Digelorakan

JAKARTA, KRJOGJA.com – Hasil pengukuran produktivitas nasional, regional, dan sektoral  pada tahun 2016 yang dilakukan Kementerian Ketenagakerjaan sama Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa selama periode 2011-2015 produktivitas tenaga kerja di Indonesia terus mengalami peningkatan.  

"Produktivitas tahun 2015 mencapai 78,18 juta rupiah per tahun  per- tenaga kerja atau  meningkat 4,62 persen dibanding tahun sebelumnya," kata Menaker M Hanif Dhakiri saat memberikan penganugerahaan Paramakarya tahun 2017 di, Kemnaker, Minggu (10/12/2017). 

Terkait upaya peningkatan produktivitas tenaga kerja di Indonesia, menurut Hanif, gerakan produktivitas dan daya saing harus digelorakan kembali bukan hanya oleh dunia usaha tapi juga dunia pendidikan, institusi pemerintah dan organisasi lain secara terus menerus. Caranya, dengan memperbaiki diri untuk menerapkan prinsip-prinsip efektivitas, efisiensi, kualitas, dan ramah lingkungan dalm berpikir, bertindak dan berkarya.

Hanif juga mengatakan tentang pentingnya untuk memacu efektifits, efisiensi, kualitas dan ramah lingkungan dalam berpoduksi. Bahkan, jika memungkinkan harus digerakkan secara nasional untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta untuk mensejajarkan Indonesia dengan negara-negara lainnya. 

“Dan perusahaan yang berhasil meningkatkan produktivitasnya sebagaimana yang hadir pada saat ini perlu dipacu terus dan ditularkan agar jumlahnya semakin banyak dan menyebar ke seluruh nusantara," ungkap Hanif. Meskipun tingkat produktivitas tenaga kerja Indonesia terus naik, imbuhnya, bila dibandingkan dengan kondisi produktivitas negara-negara di ASEAN masih berada di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand. (Ful)

BERITA REKOMENDASI