Program Elektrifikasi Angkat Harkat Masyarakat

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA, KRJOGJA.com – Penuntasan program elektrifikasi di seluruh pelosok Indonesia sangat krusial untuk mengangkat harkat seluruh masyarskat sehingga PLN terus menggenjot ketersediaan listrik ke pedesaan meski kendala terbesar dalam mewujudkan target rasio elektrifikasi 99,9% pada akhir 2019 adalah masalah infrastruktur dan daya beli masyarakat yang belum merata. 

"Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, PLN sebagai tangan kanan Pemerintah perlu dukungan dari Pemda-Pemda di seluruh Indonesia" kata Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka dalam pernyataannya di Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

Ia menjelaskan, angka-angka tersebut sekaligus memberi gambaran bahwa PLN masih punya pekerjaan rumah (PR) besar dalam upaya mewujudkan target menuju rasio elektrifikasi sebesar 99,9% yang ditetapkan Pemerintah akhir tahun ini. Meski terkesan ‘kecil’, ujar Made, namun tantangan untuk melistriki sisa 1,7% desa yang belum dialiri listrik saat ini tak bisa dibilang mudah bagi PLN.

Dirjen Ketenagalistrikan sendiri juga mengakui, dari sekitar 1,8 juta rumah tangga yang belum teraliri listrik saat ini, kemungkinkan baru 1,62 juta rumah tangga yang akan dialiri listrik dari sistem pembangkit PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Lebih jauh Made memaparkan, untuk mencapai target elektifikasi tersebut, setidaknya PLN harus mampu menjawab dua tantangan besar yang menghadang. Pertama, masalah daya beli masyarakat, dan yang kedua persoalan infrastruktur. 

Apalagi, tegas Made, sejak tahun 2016, seperti diungkapkan Pandia Satria Jati dari Humas Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, program listrik pedesaan sudah sepenuhnya ditangani oleh PT PLN (Persero). "Dengan demikian, tidak lagi menggunakan APBN yang dikelola oleh Kementerian ESDM," pungkasnya. (Ful)

 

PLN

BERITA REKOMENDASI