Program Percontohan IUWASH Plus & YLHS Bangun 120 Sumur Resapan di 8 Kota/Kabupaten

SURABAYA, KRJOGJA.com – Mengawali tahun 2021, Indonesia diwarnai banjir bandang dan tanah longsor di beberapa wilayah. Kondisi ini sudah menjadi hal biasa saat hujan turun dengan intensitas tinggi dan berlangsung lama. Sebaliknya, ketika kemarau, terjadi kekeringan dan banyak debit mata air mengecil bahkan kering.

Banjir dan kekeringan juga sering dianggap sebagai bencana alam. Padahal, banjir dan kekeringan disebabkan belum adanya manajemen pengelolaan sumber daya alam, pengelolaan lahan yang tidak tepat dan konservasi air yang tidak benar.

Manajemen konservasi air yang bisa dilakukan sebagai solusi cepat, ekonomis, aman dan berkelanjutan, untuk mencegah terjadinya banjir maupun kekeringan, berdasarkan kajian KKMA-RA Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene (IUWASH) Plus, satu diantaranya, dengan membangun sumur resapan. Fungsi sumur resapan yakni menampung, menahan dan meresapkan air ke tanah untuk menjadi air tanah, maupun ke sumber-sumber air lainnya seperti sungai, danau dan lainnya.

BERITA REKOMENDASI