Program Satu Perawat, Jokowi Diminta Gunakan Dana Desa

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) meminta Presiden Joko Widodo memperbolehkan Dana Desa untuk digunakan mendanai penempatan satu perawat di setiap desa. Alokasi anggaran ini diperlukan agar kualitas kesehatan masyarakat pedesaan bisa terus membaik.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat PPNI Harif Fadhillah mengatakan saat ini kehadiran perawat di desa dianggap masih minim. Asosiasinya karena itu akan menginisiasi program yang disebut Satu Perawat Satu Desa. Hanya saja, program ini terkendala anggaran. Atas dasar itulah, PPNI meminta Dana Desa dialokasikan untuk program tersebut.

Menurutnya, pelaksanaan program ini seharusnya cukup mudah. Sebab, sudah ada tolak ukur yang mumpuni, seperti kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang menempatkan satu perawat di setiap desa di enam kabupaten dan kota. "Sebenarnya instrumennya sudah ada, tinggal bagaimana political will pemerintah terkait hal tersebut. Kami kira ini tidak akan sulit," jelas Harif.

Ia melanjutkan, usulan ini sudah disampaikan ke Jokowi dan telah direspons dengan baik. Meski belum menyetujui usulan tersebut, Jokowi disebutnya cukup tertarik. Ini dibuktikan dengan intensnya diskusi yang dilakukan antara PPNI dan Jokowi.

Apalagi menurutnya, program Satu Perawat Satu Desa ini juga bisa menyerap tenaga perawat dalam jumlah cukup besar. Saat ini, lanjut Harif, jumlah perawat seluruh Indonesia di atas 1 juta orang dengan pertumbuhan mencapai 100 ribu perawat baru per tahun.

"Usulan ini beberapa kali ditanyakan oleh pak presiden. Kajian sudah kami serahkan, mungkin presiden dan jajaran kabinetnya akan melakukan diskusi tersebut," paparnya. (*)

BERITA REKOMENDASI