Propinsi DIY Tertinggi Kedua IP-TIK

JAKARTA, KRJOGJA.com – Propinsi DI Yogyakarta menduduki posisi ke dua tertinggi  pada Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) di Indonesia 2017 dengan nilai 6,12. Sementara posisi paling tinggi adalah DKI Jakarta dengan nilai 7,41. Sedangkan IP-TIK nasional hanya 4,99.

"Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) merupakan suatu ukuran standar yang dapat menggambarkan tingkat pembangunan teknologi informasi dan komunikasi suatu wilayah, kesenjangan digital, serta potensi pengembangan TIK,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, di Jakarta, Senin (17/12).

Dikatakan, semakin tinggi nilai indeks menunjukkan potensi dan progress pembangunan TIK suatu wilayah lebih optimum. Sebaliknya, semakin rendah nilai indeks menunjukkan pembangunan TIK di suatu wilayah masih belum optimum. 
“IP-TIK Indonesia tahun 2017 sebesar 4,99, meningkat dibanding IP-TIK tahun 2016 sebesar 4,34,” tegasnya. 

IP-TIK disusun oleh 11 indikator yang dikombinasikan menjadi suatu ukuran standar pembangunan TIK suatu wilayah. 11 indikator IP-TIK disusun menjadi 3 sub indeks penyusun IP-TIK, yaitu sub indeks akses dan infrastruktur, sub indeks penggunaan, dan sub indeks keahlian.  Nilai sub indeks paling tinggi pada tahun 2017 adalah sub indeks keahlian sebesar 5,75, diikuti sub indeks akses dan infrastruktur sebesar 5,16, serta sub indeks penggunaan sebesar 4,44. 

Dipaparkan, IP-TIK level provinsi mengalami peningkatan dari tahun 2016 ke tahun 2017. Provinsi dengan IP-TIK tertinggi pada tahun 2017 adalah DKI Jakarta, yaitu 7,61. Sedangkan provinsi dengan IP-TIK terendah adalah Papua, yaitu 2,95. 
Meningkatnya penetrasi internet di Indonesia dapat mendorong berkembangnya penggunaan internet dalam aktivitas ekonomi atau fenomena digital economy. 

Salah satu indikator fenomena tersebut dapat terlihat dengan adanya korelasi positif antara indikator persentase penduduk yang menggunakan internet dengan PDRB per kapita. ( Lmg)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI