Prospek Besar, Bisnis Maritim Perlu Perbaikan Layanan Pelabuhan

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Peluang bisnis maritim di Indonesia sangat besar, namun harus diiringi perbaikan dari sisi jasa pelayanan pelabuhan yang lebih efisien. Beberapa regulasi perpajakan yang terbit 2021 akan berdampak pada pelayaran nasional yang memengaruhi daya saing.

“Peluang bisnis integrasi maritim di Indonesia akan didominasi oleh kebutuhan industri, terutama untuk energi fosil seperti batu bara, minyak mentah dan BBM. Ketika akses ditambah dengan integrated marine management bisa me-reducing transport cost. Ketika akses mudah, pasokan bertambah dan harga akan semakin efisien. Karena itu, aksesibilitas menjadi hal yang penting. Ini harus didukung dengan demand yang kuat,” kata Pengamat ekonomi energi Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti PhD, pada webinar Linking Investment and Business Prospects cof Integrated Marine Logistics in Indonesia : An Outlook 2022 yang diselenggarakan Energy and Mining Editor Society (E2S), di Jakarta, Selasa (28/12/2021).

Sementara itu, Plt Kasubdit Pengembangan Usaha Angkutan Laut Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kementerian Perhubungan Raden Yogie Nugraha menjelaskan, arah kebijakan utama transportasi laut nasional pada 2020-2024 adalah mewujudkan logistik maritim dalam negeri yang dapat berdaya saing, peningkatan konektivitas terhadap jaringan pelayanan internasional, pengembangan pelabuhan hub internasional dan pelabuhan pendukung tol laut.

Dari sisi armada, pemerintah mencoba memperkuat armada perkapalan nasional dalam mendukung sistem logistik. Ada enam poin penting dalam upaya memperkuat armada perkapalan, mulai dari sisi ekonomi, knowledge and skill, kemampuan teknologi, hingga regulasi. “Pemerintahan mencoba mendukung dari sisi peraturan dan payung hukum,” katanya.

Armada kapal berbendera Indonesia yang sudah terdaftar di Kementerian Perhubungan ada beberapa jenis, secara jumlah cukup banyak. Hingga beberapa tahun ke depan akan terus meningkat seiring kebutuhan maupun tingkat pelayanan terhadap sistem logistik nasional.

Sementara Direktur Utama PT Pertamina International Shipping (PIS) Erry Widiastono mengatakan pada 2020 PIS bertransformasi menjadi sebuah subholding yang sejalan dengan restrukturisasi Kementerian BUMN. Setahun kemudian, PIS telah selesai restrukturisasi yang dibagi dua tahap.

“Pada September 2021, PIS bertransformasi dari sub holding shipping menjadi lebih besar lagi menjadi subholding marine logistics,” ujarnya.

Sebanyak lima terminal besar Pertamina diserahkan ke PIS. Kini bisnis PIS menjadi tiga, yakni shipping, terminal BBM dan LPG, lalu marine logistic. Visi kami menjadi Asia leading company.

“Kita semua menghadapi tantangan yang menuntut perubahan bisnis dan perubahan dari company itu sendiri. Tidak hanya PIS, saya yakin semua pelaku bisnis logistic provider khususnya di bidang migas menuntut adanya perubahan,” kata Erry.

PIS menghadapi tantangan dan peluang strategis yang menuntut perubahan internal. Saat ini di Indonesia GDP masih ada potensi tumbuh. Pertumbuhan akan berbanding lurus dengan konsumsi energi. Untuk menghadapi tantangan, peluang dan perubahan lingkup energy, PIS bertransformasi menjadi integrated marine logistic company. Transformasi ini dilakukan melalui dua tahap restrukturisasi.

Menurut Erry PIS juga berkomitmen mendukung dekarbonisasi. Untuk tahapan green operation dilakukan melalui low sulfur, mengurangi konsumsi bahan bakar dengan pengurangan kecepatan kargo – pembersihan lambung kapal secara berkala – minumum ballast navigation – pengoptimalan rencana pelayaran, kemudian ada ballasr water treatment system, dan instaasi scrubber.

“Kami juga akan terapkan green cargo dengan penggunaan LNG, LPG, dan biodiesel. Untuk green port mengurangi port time dengan meminimalisasi polusi udara di pelabuhan, mengurangi emisi gas CO2 dengan mengatur kecepatan kapal keluar masuk pelabuhan mengubah bahan bakar infrastruktur pelabuhan,” ungkapnya.

Wakil Ketua Umum I Indonesian National Shipowners Association (INSA) Darmansyah Tanamas mengatakan, integrated marine logistics energy berbeda dengan pelayaran pada umumnya. Upstream side ada berapa tipe ukuran kapal yang digunakan sebagai alat kerja dan alat penunjang. Ini hal yang unik di sektor pelayaran kalau bicara integrated marine logistic-nya.

Beberapa regulasi perpajakan yang terbit 2021 akan berdampak pada pelayaran nasional. Ada juga Peraturan Menteri Keuangan Nomor 186 Tahun 2019 mengenai objek pajak yang dianggap mengganggu. “Ini tentunya berdampak pada rendahnya daya saing pelayaran nasional. Kami sedang usaha untuk dapat keringanan atau insentif dari pemerintah,” katanya.

Menurut Darmansyah, industri pelayaran nasional berharap penyerahan jasa angkutan umum di laut dibebaskan dan pengenaan pajak PPN untuk selamanya. Selain itu, pembelian kapal impor, spare part dan alat kesehatan kapal dibebaskan dari pengenaan PPN. Selain itu, jasa docking, jasa repair, jasa repair kapal, jasa kapal di kepelabuhanan, jasa kapal di darat yang menjadi beban perusahaan pelayaran nasional juga dibebaskan dari pengenaan PPN, makanan-minuman dan obat obatan kru kapal di atas kapal termasuk dalam kategori natura dan bukan penghasilam kru kapal, jasa penyewaan kapal dibebaskan dari pengenaan PPN.

Sementara Staf Ahli Menteri Investasi/Kepala BKPM Bidang Ekonomi Makro Indra Darmawan hadir sebagai pembicara kunci mewakili Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan harga logistik dunia masih belum akan turun tahun depan. Tarif untuk pengangkutan barang lintas negara juga masih tinggi.

Menurut Indra, ada beberapa analis yang memperkirakan 2022 – 2023 harga logistik masih tinggi, karena disrupsi perdagangan masih terjadi di beberapa belahan dunia. Apalagi varian baru Covid masih akan berdampak, sehingga masih menjadikan harga logistik tinggi.

“Ada ketidakpastian yang akan mengubah pola perdagangan, sehingga para pelaku shipping industri harus antisipasi. Kenaikan harga logistik memaksa beberapa negara untuk mengubah pola perdagangannya. Ini akan berdampak pada para pelaku shipping industry,” ujar Indra. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI