PTS Berperan Penting Majukan Indonesia

Editor: Ivan Aditya

MAKASSAR, KRJOGJA.com – Alumni berperan penting bagi pengembangan dan masa depan perguruan tinggi. Karena dari alumni yang bekerja akan diperoleh informasi mengenai kebutuhan dunia kerja.

Sekretaris Utama Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKS PTIS) yang juga Rektor UII Prof Fathul Wahid PhD dalam Workshop Studi Pelacakan Alumni dan Internasionalisasi Perguruan Tinggi di Gedung Iqra Universitas Muhammadiyah Makassar, Rabu (19/02/2020). Kegiatan diselenggarakan BKS PTIS bekerja sama dengan UII Yogyakarta dan Universitas Muhammadiyah Makassar dan diikuti pengambil kebijakan dan pelaksana studi pelacakan alumni dan internasionalisasi dari pelbagai PTIS di Indonesia.

Usai pembukaan yang dilakukan Sekum BKS PTIS Prof Fathul Wahid PhD, dilakukan penandatangan kerja sama pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat antara UII dan UM Makassar. Penandatanganan dilakukan Rektor UII Prof Fathul Wahid PhD dan Rektor UM Makassar Prof Dr H Abdul Rahman Rahim SE MM.

“Sebagai contoh di UII, 98 persen alumninya bekerja sesuai tingkat pendidikannya dan 83 persen alumni bekerja sesuai di bidang kerja dengan pendidikan,” katanya.

Fathul menyebutkan, workshop ini dilaksanakan karena kita ingin maju bersama. Indonesia itu besar, kalau tidak didukung bersama akan sulit berkembang. “Perguruan tinggi swasta (PTS) termasuk perguruan tinggi Islam swasta (PTIS) luar biasa perannya, ketika negara belum bisa hadir sepenuhnya. Karena itulah, peran PTS sangat penting dalam majukan Indonesia,” kata Fathul.

Meski demikian menurutnya perguruan tinggi harus selalu bertransformasi untuk menjadi lebih baik. Selama ini kata Fathul kita selalu banyak bicara, seharusnya dan idealnya perguruan tinggi melakukan ini itu. Namun yang seharusnya ini pula menurut Rektor UII tidak banyak terjadi di lapangan. “Karena kalau yang seharusnya ini terjadi, kita sudah jadi seperti Harvard semuanya,” ujar Fathul sedikit berseloroh.

Meski untuk itu menurutnya perguruan tinggi harus memiliki keunikan dan karakter masing-masing. “Apa yang dilakukan UII misalnya, tak bisa mentah-mentah diikuti atau diterapkan misal STIE Muhammadiyah di sini atau PTS yang lain,” katanya. (Fsy)

BERITA REKOMENDASI