Pulse Lab PBB Bikin Aplikasi Pemantau Berita Anti-Hoaks

JAKARTA, KRJOGJA.com – Dalam rangka menangkal hoaks dan disinformasi, Kementerian Luar Negeri RI akan menggandeng PBB untuk merancang aplikasi pemantau berita dan informasi.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, pada sela-sela agenda Regional Conference on Digital Diplomacy di Jakarta, Selasa (10/9/2019), di mana agenda tersebut menjadi ajang bagi Kemlu untuk teken resmi dan memulai penjajakan awal dengan Pulse Lab, UN Global Pulse Initiative.

"Kemlu sepakat membuat aplikasi pemantau (monitoring) berita dan informasi dari perwakilan republik Indonesia di seluruh dunia," kata Retno yang telah menjelaskan bahwa inisiatif tersebut merupakan bentuk strategi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bagi digitalisasi diplomasi RI.

Melengkapi, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik menjelaskan bahwa aplikasi yang nantinya akan digunakan bagi kalangan internal diplomat Kemlu itu diharapkan mampu meningkatkan efektivitas diplomasi Indonesia.

Termasuk, ujar Cecep, untuk menangkal informasi palsu atau hoaks.

"Pulse Lab itu institusi di bawah Program Pembangunan PBB (UNDP), di mana mereka memiliki teknologi digitalisasi big data," papar Cecep.

"Kita punya big data dari luar, tapi untuk kalangan internal, belum terintegrasi optimal, sehingga belum selaras satu sama lain."

Aplikasi itu, jelas Cecep, bermanfaat bagi petugas diplomatik RI di luar negeri dalam melakukan berbagai tugas-tugas diplomasi mereka, termasuk, perlindungan WNI.

"Misalnya ada suatu krisis di satu negara, kita kan tahu dari internet dan media. Tapi kita tidak tahu apa yang sudah dilakukan kementerian. Nanti dengan aplikasi ini, bisa keliatan instan. Harapannya ke arah sana," ujarnya.

"Pada penjajakan ke depan, kita harus libatkan kementerian dan lembaga yang terkait untuk desain tambahan lainnya," tutup Cecep.(*)

BERITA REKOMENDASI