Ratusan Ekor Ikan Mati Mendadak

Editor: Ivan Aditya

MALUKU UTARA, KRJOGJA.com – Fenomena misterius kematian ratusan ekor ikan di perairan Provinsi Maluku Utara empat hari belakangan berdampak pada eksistensi hewan endemik walking shark atau hiu berjalan (Hemyscillium Halmahera).

Hewan yang diperkirakan populasinya terbatas ini ditemukan ikut mati bersama ratusan ekor biota lainnya. Para penyelam mengaku khawatir dengan kondisi walking shark yang juga menjadi ikon diving Kota Ternate.

Walking shark Halmahera merupakan hewan endemik Maluku Utara. Keberadaannya ditemukan di perairan Ternate dan Pulau Halmahera.

Matinya hiu berjalan secara tak wajar itu pertama kali ditemukan penyelam Nasijaha Diving Club, Willwuth Ledjab. Willwuth yang menyelam bersama rekannya di Pantai Falajawa, Kota Ternate Tengah, menemukan banyak ikan mati di permukaan hingga kedalaman 11 meter.

Jenis ikan yang ditemukan mati tak lazim antara lain damsel fish, trumpet fish, goat fish, scorpion fish, gurita, Pontoh’s pygmy seahorse, hingga walking shark. “Seahorse sempat sekarat beberapa menit, lalu mati. Walking shark ada satu ekor yang mati, ukurannya masih kecil,” ungkap Willwuth.

Selain Pantai Falajawa, tim selam Nasijaha juga menyelam di Taman Nukila Point yang jaraknya terpisah 2 kilometer. Di Nukila, jumlah ikan yang mati jauh lebih banyak lagi. Perubahan warna air laut menjadi kecokelatan juga membuat visibility di daerah tersebut amat buruk. (*)

BERITA TERKAIT