Realisasi Kredit CNAF Pada Kuartal I Tahun 2022 Meningkat 136 Persen

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Realisasi kredit PT CIMB Niaga Auto Finance (CIMB Niaga Finance/CNAF atau Perseroan), selama kuartal I tahun 2022 mencapai Rp 2,358 triliun atau meningkat 136 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021 Rp 1,001 triliun.

“Realisasi kredit CNAF selama kuartal I tahun 2022 meningkat cukup tajam yakni mencapai 136 persen bila dibandingkan dengan kuartal I tahun 2021. Bahkan bila dibandingkan rata rata kuartal selama tahun 2021, peningkatan realisasi kredit kuartal I tahun 2022 masih paling tinggi,” kata Presiden Direktur CIMB Niaga Finance Ristiawan Suherman dalam acara press conference dan buka puasa bersama dengan media, di Jakarta, Senin (11/04/2022).

Sementara untuk kredit bermasalah (non performing financing – NPF) pada kuartal I tahun 2022 sebesar 0,77 persen atau mengalami penurunan 1,04 persen dibanding periode yang sama tahun 2021 yang mencapai 1,8 persen.

“NPF CNAF pada kuartal I tahun 2022 ini sangat kecil sekali yakni 0,77 persen, bila dibandingkan dengan kuartal I tahun 2021, atau bahkan bila dibandingkan dengan full year 2021 yang mencapai 0,99 persen , juga masih lebih rendah,” tegasnya.

Sementara total aset pada kuartal I tahun 2022 sebesar Rp 5,33 triliun atau meningkat 64,22 persen dibandingkan posisi yang sama tahun 2021 sebesar Rp 3,24 triliun. Dijelaskan, untuk mendukung pertumbuhan bisnis di tahun 2022, CNAF akan terus mengembangkan layanan berbasis digital dan mengintegrasikan ke seluruh kegiatan operasional di dalam 1 (satu) platform yang mencakup seluruh layanan.

Dalam aspek pemasaran, Perseroan terus meningkatkan sinergi dengan induk usaha PT Bank CIMB Niaga Tbk, serta berencana untuk melakukan ekspansi di berbagai daerah, menambah jaringan kemitraan, serta mempersiapkan digital channel seperti virtual exhibition dengan teknologi 3D.

Sementara realisasi kredit selama tahun 2021 sebesar Rp 5,67 triliun atau meningkat 51,28 persen dibanding tahun 2020 sebesar Rp 3,75 triliun. “Dalam kondisi yang tidak mudah CNAF. Meski demikian rencana bisnis perseroan berjalan dengan baik sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi di 2021. Meski demikian rencana bisnis CNAF berjalan dengan baik sehingga CNAF bisa mencapai realisasi kredit tahun 2021 sebesar Rp 5,67 triliun, atau meningkat 51,28 persen dari tahun 2020 yang mencapai 3,375 triliun,” katanya.

Sementara laba bersih (audited) CNAF pada tahunn2021 sebesar Rp 243,92 atau meningkat sebesar 8,5 persen dibandingkan posisi tahun 2020 sebesar Rp 224,81 miliar. Sementara itu, Laba sebelum Pajak atau profit before tax (PBT) tercatat Rp 309,68 miliar naik 12,82 persen.

Total aset Perseroan tercatat tumbuh menjadi Rp 4,87 triliun atau meningkat 46,81 persen dari tahun 2020. Sementara rasio kredit bermasalah atau non performing financing (NPF) di bawah rata-rata industri yaitu sebesar 0,99 persn, gearing ratio tercatat sebesar 1,96x (kali). Selain itu, rasio-rasio keuangan juga terjaga dengan baik. Per 31 Desember 2021, return on assets (ROA) dan return on equity (ROE) perseroan masing-masing tercatat sebesar 7,46 persen dan 13,39 persen.

Sepanjang tahun 2021 beberapa aktivitas yang telah menjadi backbone Perseroan antara lain: penggunaan platform Tanda Tangan Digital (Digital Signature) dan Digital Customer Service (Digital CS), lelang online serta geotagging untuk mengidentifikasi informasi lokasi calon debitur pada saat mengajukan pembiayaan melalui aplikasi CNAF Mobile serta penambahan fitur e-FAP pada proses akuisisi dan collection management syariah. Selain itu, dalam rangka memperluas segmentasi nasabah, Perusahaan meluncurkan Program Pengurusan Porsi Haji (PPH).

Sebagai dukungan dalam pemulihan ekonomi nasional, pada 2021 Perseroan berinisiatif menyelenggarakan rangkaian program vaksinasi massal covid-19 yang dilaksanakan di kota Jakarta dan Bandung dengan total penerima vaksin dosis 1 dan dosis 2 sebanyak 7.000 orang.

“Penanganan covid-19 bukan hanya tugas pemerintah semata, tetapi juga menjadi tanggung jawab sosial bersama termasuk sektor swasta,” ujar Ristiawan. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI