Rekrut Pengemudi, Menhub Minta Perusahaan Taksi Online Selektif

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta pihak aplikator Angkutan Sewa Khusus (ASK) atau Taksi Online mengevaluasi dan memperbaiki pola rekrutmen pengemudi yang dilakukan oleh perusahaan atau koperasi mitra aplikasi.

Budi mengatakan, proses rekrutmen harus dilakukan tatap muka, sehingga pihak aplikator mengetahui latar belakang dan karakter pengemudi yang direkrut oleh perusahaan atau koperasi mitra. Hal ini perlu dilakukan guna meningkatkan keselamatan dan keamanan semua pihak, baik pengemudi ataupun penumpang.

“Harus ada satu pola rekrutmen yang lebih selektif, artinya kita minta aplikator memastikan bahwa perusahaan koperasi mitra melakukan rekrutmen pengemudi secara tatap muka," kata Budi, dalam keterangannya, Sabtu (24/3/2018) malam.

Budi melanjutkan, perlu untuk dilakukannya investigasi secara menyeluruh termasuk proses rekrutmen pengemudi. Pasalnya, disinyalir banyaknya pengemudi yang menggunakan kendaraan tidak terdaftar di perusahaan aplikasi.

Budi pun menyarankan penumpang taksi online, harus tegas menolak jika nama dan mobil yang datang tidak sesuai dengan yang ada di aplikasi. Ini adalah hak dari penumpang.

Penumpang dapat membatalkan pesanan, jika merasa tidak aman dan mobil yang datang tidak sesuai harapan. Kemudian penumpang juga harus fokus terhadap tujuannya serta mawas diri terhadap situasi kendaraan.

“Pada saat naik, kita lihat situasinya, termasuk di dalam taksi itu ada siapa saja, ada orang lain atau sebagainya. Setelah itu tentunya, tujuan bisa kita tentukan ke arah yang menurut kita aman. Kita harus secara aktif bertanya kepada pengemudi. Sehingga posisi kita yang mengendalikan bukan dalam posisi dikendalikan oleh pengemudi tersebut. Karena nyawa manusia itu tidak ternilai," ungkap Budi.(*)

 

BERITA REKOMENDASI