Rencana Menhan Prabowo Subianto Melakukan Pengadaan Alutsista Menuai Polemik

JAKARTA, KRJOGJA.com – Rencana Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto melakukan pengadaan alutsista senilai Rp 1.750 triliun menuai polemik. Kendati, dalam konteks politik militer, pemenuhan kebutuhan negara untuk melakukan peremajaan dan modernisasi persenjataan tentu penting.

Demikian Direktur Komunikasi Indopol Survey Verdy Firmantoro, di Jakarta, Minggu (6/6/2021) menilai, dengan angka yang cukup fantastis ditambah skema pembiayaan menggunakan utang luar negeri, membuat publik bertanya-tanya dan memberikan beragam tafsir serta komentar.

“Pandangan publik yang mengkaitkan alokasi anggaran besar itu dengan kepentingan atau agenda politik 2024 menurut saya wajar saja terjadi,” tuturnya.

Apalagi, lanjut Verdy, terdapat sejumlah elit partai yang berada di pusaran kemitraan pertahanan sebagai komisaris perusahaan alutsista. Terlepas tidak langsung berkaitan dengan proses pengadaan, potensi conflict of interest dan penyalahgunaan kewenangan/ kekuasaan rawan terjadi.

“Belum lagi nama Prabowo Subianto yang masih santer masuk bursa Capres 2024 mengarahkan tafsir-tafsir politis di ruang publik semakin masif,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI