Repatriasi dan Deklarasi Tembus Rp 500 Triliun

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA (KRjogja.com) – Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyebutkan, sampai saat ini sudah ada sekitar Rp500 triliun nilai deklarasi dan repatriasi harta melalui program pengampunan pajak (tax amnesty). Sementara nilai tebusan atas harta kekayaan itu sudah mencapai Rp19,4 triliun. Pramono yakin, angka ini terus meningkat karena ada masa sekitar tiga hari mulai proses menyetor, membayar, verifikasi, hingga finalisasi.

"Jadi angka kita, deklarasi dan repatriasi, saya yakin sudah tembus angka Rp 500 triliun. Sudah pasti. Kemudian untuk tebusan deklarasi dan repatriasi, termasuk sengketa pajak, tebusannya sudah Rp19,4 triliun. Itu angka kemarin sore," kata Pramono saat sosialisasi tentang program pengampunan pajak di kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta.

Pramono mengatakan angka itu berdasarkan catata Dirjen Pajak. Saat bicara dengan dirjen pajak, Pramono mengatakan memang ada data yang sudah bisa dipublikasikan dan adayang belum dapat dipublikasikan. Data yang dipublikasikan, kata Pramono, harus yang sudah terverifikasi secara lengkap.

"Tetapi ada data dari pembayaran yang masuk yang hanya di Dirjen Pajak yang tahu dan itu beda 3 hari. Jadi kalau lihat hari ini saya yakin pasti tembus di angka (tebusan) Rp 20 triliun per hari ini," katanya.

Dalam data amnesti pajak sampai dengan bulan lalu yang disampaikan Pramono berdasarkan data Ditjen Pajak tercatat harta Rp483 triliun dan uang tebusan Rp 11,2 triliun. Jika dilihat komposisinya angka ini didominasi deklarasi dalam negeri, deklarasi luar negeri, lalu repatriasi.

Dengan program ini, Pramono meyakini basis data pajak ke depan akan semakin luas dan pajak juga akan semakin meningkat luar biasa. Dia pun melihat orang semakin sadar, esensi program pengampunan pajak bukan untuk orang yang berpenghasilan kecil tetapi para pelaku usaha besar yang memarkirkan uangnya di luar negeri. (*)

BERITA REKOMENDASI