Resmi Ditahan KPK, Bupati Kebumen Pasrah

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA (KRjogja.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Kebumen Muhamad Yahya Fuad (MYF) yang telah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Kebumen Tahun Anggaran 2016. Yahya Fuad, selanjutnya dititipkan di Rutan KPK.

"Ditahan 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK," kata Juru Bicara (Jubir) KPK Febri Diansyah di Jakarta, Senin (19/2).

Sementara itu, Yahya memilih irit bicara saat dikonfirmasi wartawan sebelum menuju mobil tahanan KPK yang telah menunggunya. Pemeriksaan kemarin merupakan jadwal ulang setelah sebelumnya pada Kamis lalu (15/2), dia berhalangan hadir. Yahya Fuad sudah terlihat pasrah terkait pemeriksaan kemarin.

"Sudah diperiksa. Intinya nanti ditanyakan ke penyidik saja. Terimakasih," kata Yahya yang sudah mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK itu.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Muhamad Yahya Fuad beserta dua orang lainnya, yaitu Hojin Anshori dari unsur swasta dan komisaris PT KAK Khayub Muhamad Lutfi sebagai tersangka tindak pidana korupsi terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Kebumen Tahun Anggaran 2016, 23 Januari lalu.

Setelah terpilih dan dilantik sebagai Bupati Kebumen, Muhamad Yahya Fuad diduga telah mengumpulkan sejumlah kontraktor yang merupakan rekanan Pemkab Kebumen dan membagi-bagikan proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kabupaten Kebumen. Proyek yang dibagi-bagikan antara lain yang bersumber dari dana alokasi khusus infrastruktur APBN 2016 sebesar Rp 100 miliar, yaitu kepada Khayub Muhamad Lutfi terkait proyek pembangunan RSUD Prembun sebesar Rp 16 miliar, kepada Hojin Anshori dan grup Trada proyek senilai Rp 40 miliar dan kontraktor lainnya sebesar Rp 20 miliar. Diduga 'fee' yang disepakati sebesar 5 sampai 7 persen dari nilai proyek.

Tersangka Yahya Fuad diduga menerima dari fee proyek senilai total Rp 2,3 miliar. Tersangka Hojin Anshori yang merupakan rekanan Yahya Fuad dan juga kontraktor di Pemkab Kebumen, sebelumnya adalah anggota tim sukses Bupati Kebumen dan diduga yang bertugas menerima fee proyek yang dikumpulkan tersangka Khayub Muhamad Lutfi.

Atas perbuatannya, Yahya Fuad dan Hojin Anshori disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU No 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Bupati Kebumen Yahya Fuad sempat menegaskan komitmennya dengan slogan "No Upeti No Korupsi" selama menjabat sebagai bupati. Yahya Fuad mengungkapkan, dia memegang teguh slogan yang diusungnya saat masa kampanye pemilihan Bupati-wakil Bupati Kebumen 2015 lalu. "Selama menjabat Bupati, tidak ada saya menerima aliran uang korupsi," katanya.

Adapun yang disebut gratifikasi Rp 2,3 miliar seperti disangkakan KPK, ujar Yahya Fuad, murni urusan perusahaan saat dia belum menjabat sebagai Bupati. (Ant/Obi)

BERITA REKOMENDASI