Resolusi 2018, Jokowi Bereskan Masalah Toleransi

JAKARTA (KRjogja.com) – Tahun 2018 dikenal sebagai pintu masuk tahun politik, jelang pelaksanaan Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019. Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan, akar dari isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) yang menghantui pelaksanaan pesta demokrasi adalah persoalan toleransi.

Menurutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki pekerjaan rumah untuk membereskan masalah toleransi sehingga tak melebar menjadi soal SARA.

"Jokowi punya pekerjaan rumah untuk membereskan masalah toleransi ini. Selama Jokowi belum bisa membereskan masalah toleransi, ini akan gini terus," kata Hendri kepada Okezone, Senin (1/1/2018).

Salah satu kasus terbaru yang perlu diatasi adalah pengusiran atas penceramah Abdul Somad di Bali beberapa waktu lalu.

"Kasusnya Abdul Somad ini mesti segera dinetralisir oleh presiden, kalau enggak ini jadi api dalam sekam yang terus diingat oleh umat islam," katanya.

Namun, Hendri optimis politik identitas dan isu SARA tidak akan laku di daerah-daerah di Indonesia, khusunya yang menyelenggarakan Pilkada serentak 2018. Pasalnya, jika dibandingkan dengan Pilkada DKI 2017, relatif tidak ada aktor yang memicu terjadinya konflik atass nama SARA.

"Apalagi aktornya enggak ada. Kalau di Jakarta kemarin kan ada Ahok, ini berperan penting," kata Hendri. (*)

 

BERITA REKOMENDASI