Revolusi Industri 4.0, Perpustakaan Harus Bertransformasi

BANGKA BELITUNG, KRJOGJA.com – Dunia saat ini menghadapi Revolusi Industri 4.0 dengan digitalisasi, ‘artificial intellegence’, ‘internet of things’ serta ‘big data’ memainkan peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan manusia. 

Perpustakaan di perguruan tinggi pun mau tak mau harus beradaptasi serta berevolusi sehingga tidak terlindas perubahan zaman.

Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengatakan bahwa perpustakaan harus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat. 

"Perpustakaan ke depannya tidak hanya menjadi tempat berkumpul untuk membaca buku ataupun mencari informasi, namun perpustakaan dapat menjadi working space tempat munculnya inovasi-inovasi baru. Perpustakaan juga dapat menjadi suatu virtual office,” ujar Sekjen Ainun dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Kemenristekdikti dengan Perpustakaan Nasional tentang Kerjasama Perpustakaan yang berlangsung di Hotel Santika, Bangka Belitung.

Sesjen Ainun mengapresiasi perkembangan perpustakaan di perguruan tinggi dan Perpustakaan Nasional yang telah mulai mengikuti perkembangan teknologi. "Perpustaakan kita sudah mulai membuat sistem informasi canggih untuk manajemen dan pencarian koleksi perpustakaan. Perpustakaan Nasional juga telah mengembangkan Digital Library,”’ tutur Ainun.

Sesjen Ainun juga mengatakan bahwa Kemenristekdikti mendukung upaya integrasi dan sinergi koleksi perpustakaan antar jaringan perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan daerah dan Perpustakaan Nasional. 

Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarief Bando pada kesempatan ini mengatakan bahwa integrasi dan sinergi antara Perpustakaan Nasional dengan perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia  sangat penting dalam proses transfer ilmu demi kemajuan bangsa. 

"Dengan integrasi dan sinergi, kompilasi jutaan koleksi Perustakaan Nasional dan perpustakaan perguruan tinggi dapat dinikmati dan di akses lebih luas lagi para pencari ilmu." (Ati)

BERITA REKOMENDASI